Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pria berjalan melewati kaca etalase toko Louis Vuitton di Kota London,Inggris pada 24 Maret 2021. ( Foto: DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP )

Seorang pria berjalan melewati kaca etalase toko Louis Vuitton di Kota London,Inggris pada 24 Maret 2021. ( Foto: DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP )

Laju Inflasi Inggris Di Luar Dugaan Turun

Kamis, 25 Maret 2021 | 06:50 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id - Tingkat inflasi tahunan Inggris diluar dugaan turun pada Februari 2021, karena pembatasan virus corona memicu diskon besar-besaran untuk pakaian dan alas kaki. Data resmi yang dirilis pada Rabu (24/3) menenangkan kekhawatiran pasar atas tekanan inflasi.

Tingkat Indeks Harga Konsumen (IHK) melambat menjadi 0,4% bulan lalu dari sebelumnya 0,7% pada Januari, Kantor Statistik Nasional (ONS) mengatakan dalam sebuah pernyataan. Pihaknya mencatat kejatuhan harga juga meliputi permainan komputer, transportasi umum, mobil bekas, dan mainan.

Perkiraan konsensus analis adalah kenaikan index tersebut menjadi 0,8%.

Sektor makanan dan minuman non-alkohol juga berkontribusi pada perlambatan inflasi, dengan headline rate turun selama empat bulan berturut-turut. Kontribusi positif terbesar terhadap inflasi selama 12 bulan terakhir berasal dari sektor rekreasi dan budaya, dengan harga game komputer, konsol game, alat pengolah data, dan mainan anak-anak naik antara April 2020 dan Januari 2021.

Data tersebut mengacaukan kekhawatiran jangka panjang terkait stimulus Covid-19 global besar-besaran, dikombinasikan dengan permintaan konsumen yang terpendam, dapat memicu kenaikan inflasi dan memicu kenaikan suku bunga global yang merusak pemulihan.

Di Inggris, komoditas pakaian dan alas kaki mengalami penurunan harga paling tajam dalam lebih dari satu dekade. Nilainya turun 5,6% tahun ini sampai Februari.

"Melihat angka-angka hari ini, Anda akan dimaafkan karena bertanya-tanya mengapa ada kekhawatiran tentang kenaikan inflasi," kata analis AJ Bell Danni Hewson, Rabu.

Bank sentral Inggris (BoE) pekan lalu mengingatkan bahwa inflasi Inggris akan mendekati level target 2,0% pada beberapa bulan mendatang, karena kenaikan harga energi.

Itu terjadi karena BoE mempertahankan suku bunga utamanya pada rekor terendah 0,1% dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan pulih menuju level sebelum Covid-19 akhir tahun ini.

Rebound Maret

Data terpisah yang dirilis Rabu menunjukkan, pemulihan ekonomi Inggris yang didorong oleh vaksinasi sedang berlangsung.

Aktivitas sektor swasta beralih ke ekspansi pada Maret, menurut survei dari IHS Markit. Indeks manajer pembelian (PMI) gabungan naik ke level puncak selama tujuh bulan di 56,6 poin pada Maret, dari sebelumnya 49,6 poin pada Februari. Adapun level di atas 50 poin menandakan ekspansi.

"Ekonomi Inggris pulih dari penurunan dua bulan pada Maret, dengan aktivitas bisnis tumbuh ke tingkat tingkat paling cepat sejak Agustus lalu. Anak-anak kembali ke sekolah, bisnis dipersiapkan untuk membuka kembali perekonomian, dan peluncuran vaksin meningkatkan kepercayaan diri," ujar ekonom IHS Markit Chris Williamson.

Manajer portofolio Quilter Investors Paul Craig masih memprediksikan tingkat inflasi akan meningkat pesat tahun ini, dengan sebagian besar kenaikan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.

"Ini kemungkinan besar didorong oleh kenaikan batas harga untuk banyak tagihan energi dalam negeri dan lonjakan harga minyak, sementara pada akhirnya kembalinya permintaan konsumen akan menghasilkan harga yang lebih tinggi," kata dia.

Craig menambahkan, terlepas dari masalah domestik tertentu, bank sentral akan mengabaikan tekanan inflasi jangka pendek karena sekarang bukan waktunya untuk khawatir.

"Bank sentral ingin mencoba dan memberikan waktu kepada perekonomian untuk kembali normal, sebelum bertindak atas kenaikan inflasi. Dan karena itu, kemungkinan besar investor perlu belajar mentolerir daripada mencoba dan bertindak, karena mereka dapat dengan mudah terjerat," lanjutnya.

John Hudson, manajer dana Pertumbuhan Inggris Premier Miton, menambahkan kekuatan pound sterling membantu mengimbangi impor yang lebih mahal dan memungkinkan BoE untuk tetap akomodatif dalam membantu pemulihan ekonomi.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN