Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pria berjalan melewati poster lowongan pekerjaan yang dipasang di depan sebuah toko, di Arlington, Virginia, Amerika Serikat (AS), pada 1 Desember 2020. ( Foto: Olivier Douliery / AFP )

Seorang pria berjalan melewati poster lowongan pekerjaan yang dipasang di depan sebuah toko, di Arlington, Virginia, Amerika Serikat (AS), pada 1 Desember 2020. ( Foto: Olivier Douliery / AFP )

Lapangan Kerja di AS Berkurang 140.000

Sabtu, 9 Januari 2021 | 07:18 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Lapangan kerja non-pertanian di Amerika Serikat (AS) sepanjang Desember 2020 berkurang 140.000. Ini menandakan bahwa pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19 terhambat.

“Penurunan lapangan kerja ini mencerminkan lonjakan baru kasus virus corona dan upaya-upaya untuk menanggulangai pandemi tersebut,” kata Departemen Tenaga Kerja AS dalam laporannya, Jumat (8/1).

Lonjakan kasus baru Covid-19 di AS ditandai jumlah kematian tembus 4.000 dalam sehari. Sehingga langkah-langkah pembatasan terhadap kegiatan usaha kembali diberlakukan. Yang terdampak paling parah adalah sektor pariwisata dan hiburan.

Sektor tersebut sepanjang Desember 2020 kehilangan 498.000 lapangan kerja. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap bertahan di level 6,7%. Tapi 10,7 juta orang tetap belum mendapatkan pekerjaan.

Hilangnya lapangan kerja di sektor pariwisata dan hiburan serta pendidikan swasta sebagian tertutupi dengan bertambahnya lapangan kerja di sektor jasa, perdagangan ritel, dan konstruksi.

Pasar finansial tidak menghiraukan laporan mengecewakan tersebut. Karena lebih mengharapkan kemungkinan bertambahnya stimulus dari Kongres. Selain itu, berkurangnya lapangan kerja hanya sementara, yang akan bertambah lagi seiring mulai meningkatnya distribusi vaksin Covid-19.

“Dalam beberapa hal, kabar buruk adalah kabar baik, karena meningkatkan peluang bertambahnya stimulus. Para investor yakin bahwa dengan apa yang terjadi di Georgia dan lemahnya data-data ekonomi, berarti membutuhkan lebih banyak bantuan. Kami perkirakan bantuan fiskal lebih besar dan kemungkinan segera turun,” tutur Michael Arone, direktur strategi investasi US SPDR Business.

Sejak pemulihan dimulai pada Mei 2020, ekonomi AS sudah berhasil menghadirkan kembali 12,3 juta lapangan kerja, yang sebelumnya hilang karena Covid-19. Selama pandemi, sektor paling terdampak di AS adalah pariwisata, perhotelan, restoran, dan bar. Dampak tersebut meningkat dengan indikator data lapangan kerja Desember 2020 tersebut.

Secara keseluruhan, industri pariwisata AS kehilangan 3,9 juta lapangan kerja sejak Januari 2020 atau anjlok 23,2% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Pada musim panas tahun lalu, sebagian pembatasan dicabut, tapi diberlakukan lagi dalam beberapa bulan terakhir seiring lonjakan kasus baru Covid-19.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN