Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Joe Biden.  Foto: Roberto SCHMIDT / AFP

Joe Biden. Foto: Roberto SCHMIDT / AFP

Menangi Pilpres, Biden Janji Satukan Kembali Amerika

Minggu, 8 November 2020 | 00:15 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id -  Kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden mengalahkan Presiden petahana Donald Trump untuk menjadi presiden Amerika Serikat ke-46 pada hari Sabtu. Ia berjanji untuk memimpin negara keluar dari cengkeraman pandemi dan kembali mempersatukan Amerika yang terceraikan oleh gejolak ekonomi dan sosial.

Raihan suara Biden mencapai 284 atau melewati ambang kemenangan 270 suara Electoral College di Pennsylvania.

Biden, 77,  berhasil merebut kembali kemenangan penting di Michigan dan Wisconsin serta Pennsylvania, yang pernah menjadi basis Demokrat yang telah beralih ke Trump pada pilpres tahun 2016.

Biden berada di jalur untuk memenangkan suara populer nasional dengan lebih dari 4 juta, selisih yang bisa bertambah karena surat suara masih terus dihitung.

Sementara Trump menanggapi kemenangan Biden dengan menuduh kecurangan pemilih dan berpendapat bahwa saingannya berusaha merebut kekuasaan,

Saat penghitungan suara dilakukan, Biden mencoba meredakan ketegangan dan memproyeksikan citra kepemimpinan kepresidenannya bahwa ia akan mempersatukan dan mendinginkan suhu negaranya yang memanas dan terpecah belah.

“Kita harus ingat bahwa tujuan politik kita bukanlah peperangan yang tiada henti dan tak henti-hentinya,” kata Biden Jumat malam di Delaware. “Bukan, tujuan politik kita, pekerjaan bangsa kita, bukanlah untuk mengobarkan api konflik, tetapi untuk memecahkan masalah, untuk menjamin keadilan, untuk memberikan kesempatan yang adil kepada semua orang.”

Kamala Harris cetak sejarah

Calon wakil presiden dari Partai Demokrat, Senator Amerika Serikat (AS) Kamala Harris. ( Foto: Olivier DOULIERY / AFP )
Calon wakil presiden dari Partai Demokrat, Senator Amerika Serikat (AS) Kamala Harris. ( Foto: Olivier DOULIERY / AFP )

Kamala Harris juga membuat sejarah sebagai wanita kulit hitam pertama yang menjadi wakil presiden, sebuah pencapaian yang dicapai saat AS menghadapi masalah rasial.

Senator California, yang juga orang pertama keturunan Asia Selatan yang terpilih menjadi wakil presiden ini, akan menjadi wanita berpangkat tertinggi yang pernah bertugas di pemerintahan, empat tahun setelah Trump mengalahkan Hillary Clinton.

Trump adalah presiden petahana pertama yang kalah dalam pemilihan kembali sejak George HW Bush pada tahun 1992. Tidak jelas apakah Trump akan mengakui kekalahannya secara terbuka.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Trump meninggalkan Gedung Putih untuk pergi ke klub golf Virginia dengan mengenakan sepatu golf, jaket, dan topi putih karena hasilnya secara bertahap memperluas keunggulan Biden di Pennsylvania.

Trump pun mengulangi tuduhan kecurangan pemilu dan pemungutan suara ilegal di Twitter, hal itu dinilai menyesatkan oleh platform media sosial.

Salah satu tweet Trump itu berbunyi: “SAYA MENANGKAN PEMILIHAN INI, BANYAK!” Namun tidak ada tanggapan Gedung Putih atas cuitan Trump tersebut.

Sementara itu, Biden menghabiskan Sabtu pagi bersama keluarga dan penasihatnya di rumah di Wilmington, Delaware.

Rekor pemilih

Penduduk Amerika memberikan hak suara dalam pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada 3 November 2020, di Eisenhower Elementary School, Flint, Michigan. ( Foto: Seth Herald / AFP )
Penduduk Amerika memberikan hak suara dalam pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada 3 November 2020, di Eisenhower Elementary School, Flint, Michigan. ( Foto: Seth Herald / AFP )

Pilpres AS kali ini juga mencatat rekor jumlah partisipasi masyarakat untuk mengikuti pemilihan presiden. Sebanyak  103 juta memilih di awal tahun ini, untuk menghindari antrean panjang di lokasi pemungutan suara.  

Dengan penghitungan yang terus berlanjut di beberapa negara bagian, Biden telah meraih lebih dari 74 juta suara, lebih banyak dari calon presiden mana pun sebelumnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : AP

BAGIKAN