Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. ( Foto: Brendan Smialowski / AFP )

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. ( Foto: Brendan Smialowski / AFP )

Menkeu AS Desak G-20 Tambah Stimulus Covid

Jumat, 26 Februari 2021 | 06:37 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan pada Kamis (25/2) waktu setempat, bahwa negara-negara paling berkembang di dunia harus bekerja sama untuk menambah belanja stimulus guna meningkatkan pemulihan pandemi, dan membantu negara-negara miskin memperoleh vaksin Covid-19.

“Tidak ada satu negara pun yang dapat menyatakan kemenangan atas krisis ini. Ini adalah momen yang dibuat untuk bertindak dan multilateralisme. Dalam pertempuran untuk membantu ekonomi global pulih dari krisis, tugas pertama kita harus menghentikan virus dengan melakukan imunisasi di seluruh dunia,” demikian pernyataan Yellen dalam sebuah surat yang ditujukan ke para pejabat keuangan kelompok G-20 yang bertemu secara virtual, seperti dilansir AFP.

Namun, dia mengingatkan agar tidak membuat kesalahan dengan telalu cepat menarik kembali stimulus yang telah diberikan pemerintah untuk menopang ekonomi mereka. “Sekarang adalah waktunya untuk menjadi besar,” tandas Yellen.

Sebelumnya, negara-negara berkembang telah memberikan peringatan – yang kemudian digemakan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dan lainnya – bahwa negara-negara terkaya memonopoli pasokan vaksin dunia, serta meninggalkan saudara-saudara mereka di negara miskin.

Menanggapi hal itu, Yellen mengingatkan bahwa langkah (monopoli) itu akan menyebabkan hilangnya nyawa lebih lanjut dan menunda pemulihan ekonomi. Dia pun mendesak kelompok G-20 untuk meningkatkan dukungannya guna memenuhi kebutuhan tinggi yang belum terpenuhi dari inisiatif vaksin global, seperti COVAX.

“Program vaksinasi yang cepat dan benar-benar global adalah stimulus terkuat yang dapat kami berikan kepada ekonomi global,” katanya.

Pada saat yang sama, dia juga menekankan bahwa pemerintah negara G-20 harus terus memberikan dukungan substansial bagi perekonomian mereka sendiri untuk pulih dari krisis pandemi, menyusul jejak Amerika Serikat. Pasalnya, kini Kongres AS bergerak menuju persetujuan paket penyelamatan senilai US$ 1,9 triliun yang diusulkan Presiden Joe Biden demi membantu meningkatkan perekonomian.

“Kita harus terus memberikan dukungan ekonomi kepada warga kita, menciptakan jembatan menuju akhir pandemi. Saya mendesak negara-negara G-20 untuk terus mengambil tindakan kebijakan fiskal dan keuangan yang signifikan, dan menghindari penarikan bantuan terlalu dini. Jika ada waktu untuk menjadi besar, inilah saatnya,” ujar Yellen.

Pejabat AS itu juga mendukung proposal untuk menyalurkan sumber daya ke negara-negara berpenghasilan rendah melalui mata uang IMF yang dikenal sebagai SDR.

“Ini akan memfasilitasi upaya pemulihan kesehatan dan ekonomi yang sangat mereka butuhkan,” tambah dia.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN