Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. ( Foto: Drew Angerer / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. ( Foto: Drew Angerer / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Menkeu Yellen: Pasar Tenaga Kerja AS Membutuhkan Stimulus

Selasa, 9 Februari 2021 | 06:12 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menyampaikan bahwa pasar tenaga kerja AS sedang stagnan. Bahkan kemungkinan tidak akan pulih selama bertahun-tahun tanpa dukungan yang dijanjikan pemerintahan Presiden Joe Biden lewat paket bantuan pandemi virus corona Covid-19 yang senilai US$ 1,9 triliun.

Menurut Yellen kepada CBS pada Minggu (7/2), mengutip data terbaru yang dirilis akhir pekan lalu, lapangan kerja swasta di AS bertambah 49.000 bulan lalu.

“Kami berada dalam lubang yang dalam terkait dengan pasar kerja, dan perlu waktu lama untuk mencari jalan keluarnya,” ujar dia.

Namun dalam wawancara terpisah dengan CNN, Yellen memprediksi jika paket stimulus fiskal tersebut disahkan, apa yang disebut level penyerapan penuh lapangan kerja dapat tercapai pada tahun depan. Tanpa dukungan itu, lanjut dia, tingkat pengangguran akan terus meningkat selama bertahun-tahun, mungkin tidak akan lagi mencapai 4% hingga 2025.

Yellen juga menambahkan ada jutaan rakyat Amerika yang akan kelaparan atau berisiko kehilangan rumah. “Kami membutuhkan paket besar, dan kami harus menyelesaikan ini dengan cepat,” katanya kepada CNN, yang dikutip AFP.

Menanggapi kekhawatiran utama dari Partai Republik – bahwa banyak warga Amerika kaya yang menerima uang dari pembayaran stimulus tahun lalu, dan menaikkan harga paket – Yellen menuturkan bantuan kali ini akan lebih sesuai target.

Dia mengungkapkan, jika Biden masih membahas detailnya dengan anggota parlemen. “Saya tidak punya informasi spesifik untuk Anda hari ini. Ini adalah hal-hal yang sedang dibahas Presiden Biden dengan anggota Kongres dan terbuka untuk melakukan apa yang pantas,” ujarnya.

Sedangkan terkait risiko lain yang dikemukakan oleh Partai Republik dan beberapa ekonom – bahwa paket belanja besar-besaran dapat memicu inflasi – Yellen menyampaikan kepada CNN bahwa masalah itu juga sebuah risiko. “Kami memiliki instrumen untuk menangani risiko itu,” tutur dia.

Yellen, sebagai menkeu wanita pertama dalam sejarah AS, mencatat bahwa kalangan wanita – terutama wanita kulit berwarna – sangat terpukul karena pandemi virus corona memaksa mereka untuk menyeimbangkan pekerjaan dan bertanggung jawab atas perawatan anak.

Dia mengatakan paket bantuan dapat membantu mereka dengan menyediakan dana untuk membuka kembali sekolah dengan aman, dan memberikan cuti keluarga yang dibayar.

Mengenai hiruk pikuk perdagangan baru-baru ini di Wall Street yang berpusat pada saham di toko ritel video game GameStop, Yellen mengatakan regulator AS sedang mempelajari masalah tersebut.

Tapi dia menyatakan infrastruktur inti pasar, pemeriksaan, kemampuan untuk berdagang, penyelesaian penyelesaian, infrastruktur itu memiliki kinerja baik.

IMF Mendukung

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva pun menyetujui usulan rencana stimulus ekonomi sebesar US$ 1,9 triliun dari Presiden Biden untuk mengatasi kerugian yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

“AS memang memiliki ruang fiskal untuk mengambil tindakan bantuan dan dukungan tambahan. Dan mereka tepat untuk menggunakan senjata itu mengingat ketidakpastian yang luar biasa, dan yang paling penting, mengingat fakta bahwa masih banyak penderitaan bagi rumah tangga dan bisnis,” ujarnya.

Jauh dari mempertimbangkan paket yang berlebihan, Georgieva mengatakan bahwa dukungan terhadap banyak elemen proposal termasuk pendanaan untuk vaksin, pengujian, bantuan makanan, serta kredit pajak untuk pekerja berpenghasilan rendah.

“IMF telah menjadi pendukung besar untuk menggunakan lebih banyak Kredit Pajak Penghasilan yang Diperoleh (dan) kredit perawatan anak yang dapat dikembalikan,” katanya dalam sebuah acara dengan wartawan.

Biden sendiri pada Jumat berjanji bertindak cepat untuk mendorong undang-undang melalui Kongres, bahkan ketika Partai Republik menolak keras harga tinggi atas rencana yang mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Sebagai informasi, Partai Demokrat memiliki suara mayoritas tipis di Senat, sehingga mereka dapat menyetujui tindakan tersebut tanpa dukungan Partai Republik.

Di samping itu, Partai Republik juga menentang pemberian bantuan kepada pemerintah negara bagian dan daerah yang sedang kesulitan. Namun Georgieva mengatakan, kondisi ini telah membuat bantuan itu diperlukan.

“Jelas ada kebutuhan untuk mendukung pemerintah negara bagian dan daerah sehingga mereka dapat memberikan layanan yang diharapkan dari mereka. Pemulihan AS akan bermanfaat bagi ekonomi global, dan belanja Washington untuk bidang-bidang seperti pendidikan berfungsi sebagai sinyal penting bagi seluruh dunia,” demikian penjelasan Georgieva.

Georgieva juga setuju tentang perlunya waspada terhadap risiko, seperti meningkatnya utang pemerintah. “Tetapi kami memiliki sekretaris Departemen Keuangan terbaik untuk potensi risiko terhadap stabilitas keuangan,” katanya, mengacu pada pernyataan Janet Yellen.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN