Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana di perusahaan raksasa farmasi Merck and Company di Lansdale, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), pada 8 Juli 2002. ( Foto: TOM MIHALEK / AFP )

Suasana di perusahaan raksasa farmasi Merck and Company di Lansdale, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), pada 8 Juli 2002. ( Foto: TOM MIHALEK / AFP )

Merck dan J&J Sepakat Tingkatkan Produksi Vaksin di AS

Kamis, 4 Maret 2021 | 06:12 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor,id – Presiden Joe Biden menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) akan memiliki cukup vaksin Covid-19 untuk seluruh populasi orang dewasa pada akhir Mei tahun ini. Pernyataan Biden pada Selasa (2/3) waktu setempat ini menyusul pengumuman kesepakatan raksasa farmasi Merck untuk memproduksi vaksin buatan rivalnya, Johnson & Johnson (J&J).

“Itu adalah jenis kolaborasi antara perusahaan yang kami lihat dalam Perang Dunia II. Kami sekarang berada di jalur yang tepat untuk memiliki pasokan vaksin yang cukup bagi setiap orang dewasa di Amerika pada akhir Mei. Itu adalah kemajuan. Kemajuan penting. Tetapi belum mencukupi ketersediaan pasokan vaksin,” demikian disampaikan Biden saat mengumumkan kesepakatan farmasi, yang dilansir AFP.

Biden juga menekankan upaya masa perang masih harus menunggu pengelolaan vaksin setelah diperoleh. Dia sebelumnya menargetkan akhir Juli untuk mengumpulkan dosis vaksin Covid-19 yang cukup untuk memvaksinasi semua penduduk Amerika.

Menurut pernyataan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (Health and Human Services/HHS) AS, Merck akan menggunakan dua fasilitasnya untuk memproduksi zat obat, memformulasi dan mengisi botol vaksin buatan J&J.

“Pemerintahan Biden akan memanfaatkan Undang-undang Produksi Pertahanan (Defense Production Act) untuk menyediakan anggaran awal sebesar US$ 105 juta bagi Merck guna mengubah dan melengkapi fasilitasnya dalam memproduksi vaksin dengan aman,” demikian menurut pernyataan itu.

Biden menambahkan bahwa sekarang fasilitas manufaktur vaksin milik Johnson & Johnson akan mulai beroperasi setiap hari penuh atas desakan pemerintah.

HHS mengatakan langkah tersebut akan memungkinkan J&J mengirimkan hampir 100 juta dosis ke Amerika Serikat pada akhir Mei, lebih cepat dari yang dijanjikan sebelumnya pada Juni.

Tingkatkan Kapasitas

Produsen J&J pun mengungkapkan dalam sebuah pernyataan, bahwa pihaknya merasa senang bekerja dengan Merck, yang akan meningkatkan kapasitas produksi kami sehingga kami dapat memasok melebihi komitmen kami saat ini.

Koordinator Respon Coronavirus Gedung Putih Jeff Zients mengatakan pada Senin (1/3), bahwa pemerintah federal menargetkan pendistribusian 3,9 juta dosis vaksin baru pekan ini – yang mana kesemuanya berasal dari J&J.

Sebagai produsen vaksin utama, Merck sebenarnya sudah mulai mengerjakan vaksin virus corona, tetapi mereka harus menghentikan upaya tersebut pada Januari. Alasannya adalah, hasil respons kekebalan yang lebih rendah dibandingkan vaksin-vaksin Covid-19 lain yang menunjukkan keberhasilan.

Di samping itu, langkah kesepakatan antara Merck dan J&J ini mengikuti perjanjian yang dilakukan antara Pfizer-BioNTech dan raksasa farmasi Prancis Sanofi – yang berencana memproduksi 125 juta dosis di sebuah pabrik di Frankfurt, Jerman setelah kandidat vaksin buatan Sanofi gagal dikembangkan.

Di sisi lain, Gubernur Texas Greg Abbott memutuskan mencabut mandat pemakaian masker di negara bagiannya, dan mengizinkan bisnis di negara bagian dibuka 100%.

“Tapi sekarang bukan waktu untuk berhenti. Berita bagus, tapi tetap waspada. Ini belum selesai,” ujar Presiden Biden mengingatkan.

Dia juga menyerukan penduduk Amerika untuk terus mengikuti protokol dengan menjaga jarak jarak sosial, dan memakai masker, bahkan kendati kasus virus corona baru turun dan semakin banyak yang mendapatkan vaksinasi.

Sebagai informasi,vaksin Covid-19 buatan J&J adalah yang ketiga memperoleh persetujuan penggunaan darurat di bawah peraturan AS. Tetapi merupakan vaksin pertama yang memberikan suntikan dosis tunggal alih-alih dua dosis vaksin.

Namun laporan menyebutkan, vaksin Covid-19 buatan J&J tampak sedikit kurang protektif dibandingkan vaksin buatan Pfizer dan Moderna, yang memiliki kemanjuran sekitar 95% terhadap semua bentuk virus corona Covid-19. Walau ketiganya telah terbukti melindungi penderita Covid-19 dari menjalani rawat inap dan kematian.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN