Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Tesla Elon Musk. ( Foto: Britta Pedersen / POOL / AFP )

CEO Tesla Elon Musk. ( Foto: Britta Pedersen / POOL / AFP )

Musk Nyatakan Data Tetap Rahasia

Senin, 22 Maret 2021 | 07:20 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Bos Tesla Elon Musk membantah keras sangkaan bahwa mobil listriknya, yang mengumpulkan data dalam jumlah besar, dapat digunakan untuk memata-matai Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok sebelumnya melarang personel militer dan karyawan perusahaan-perusahaan milik negara untuk memakai mobil listrik Tesla.

Musk mengatakan hal itu, Sabtu (20/3) waktu setempat dalam tautan video ke konferensi China Development Forum di Beijing, Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal, khawatir data yang dikumpulkan mobil-mobil Tesla dapat dikirimkan kepada AS. Seperti gambar-gambar yang diambil oleh kamera pada mobil tersebut.

Tiongkok merupakan pasar yang sangat penting bagi Tesla. Produsen mobil listrik ini sudah memiliki satu pabrik di Shanghai dan seperempat dari penjualannya disumbang oleh pasar Tiongkok. Tesla menargetkan tahun ini dapat menjual 200.000 mobil listrik di Tiongkok.

Musk menegaskan bahwa tidak ada satu pun perusahaan AS atau pun Tiongkok yang akan mengambil risiko, dengan mengoleksi data pribadi lalu membagikannya kepada pemerintah.

“Baik itu perusahaan Tiongkok atau AS, dampak negatif jika sebuah perusahaan komersial terlibat dalam aksi mata-mata bakalan sangat buruk,” kata Musk.

Jika Tesla menggunakan mobilnya untuk memata-matai sebuah negara, tambah dia, sudah pasti akan ditutup. Di mana pun itu. “Ini menjadi insentif yang sangat kuat bagi kami untuk sangat konfidensial,” tambah Musk, seperti dikutip AFP.

Tiongkok khawatir data yang dikumpulkan oleh grup usaha seperti Tesla dapat mengancam keamanan nasionalnya. Sementara AS dan Tiongkok terlibat konfrontasi dalam bidang teknologi dan perdagangan.

Pekan lalu, otoritas AS mengkategorikan grup Huawei dan empat perusahaan pembuat peralatan telekomunikasi lainnya asal Tiongkok sebagai ancaman nasional bagi AS. Hal ini memupuskan harapan bahwa hubungan kedua negara akan membaik di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden.

Selama pemerintahan Donald Trump, AS antara lain menuding TikTok mengumpulkan data rahasia dengan membaginya dengan pemerintah Tiongkok. Menurut Musk, kekhawatiran seperti itu tidak beralasan. “Karena platform tersebut isinya kebanyakan hanya orang yang menari-nari lucu,” ujar dia.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN