Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang wanita melewati bank Credit Suisse di Manhattan, New York City, pada 29 Maret 2021. ( Foto: SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Seorang wanita melewati bank Credit Suisse di Manhattan, New York City, pada 29 Maret 2021. ( Foto: SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Nomura dan Credit Suisse Ingatkan Kerugian Signifikan

Selasa, 30 Maret 2021 | 06:30 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

ZURICH, investor.id – Bank-bank global terkemuka, seperti Nomura dari Jepang dan Credit Suisse asal Swiss pada Senin (29/3) mengingatkan potensi kerugian signifikan karena terkena dampak gagal bayar sebuah hedge fund asal Amerika Serikat (AS).

Kendati bank tidak menyebutkan nama nasabahnya, peringatan itu muncul setelah ada laporan Bloomberg News bahwa hedge fund – yang kurang dikenal tersebut – telah menjual saham senilai lebih dari US$ 20 miliar dari media AS dan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar di New York pada Jumat (26/3).

Penjualan saham yang luar biasa besar dilakukan oleh Archegos Capital Management – yang mengurus kekayaan milik pengusaha Bill Hwang – dan dilakukan langsung oleh perusahaan besar Morgan Stanley, dan Goldman Sachs.

Di antara saham perusahaan yang dijual merupakan nama-nama terkemuka di Tiongkok, seperti Baidu Inc, Tencent Music Entertainment Group dan Vipshop Holding. Kesemua perusahaan ini diketahui tengah berada di bawah tekanan di dalam negeri karena Tiongkok memegang kendali di sektor teknologi. Saham lain adalah yang berasal dari AS, seperti ViacomCBS dan Discovery.

Akibatnya harga semua saham anjlok, dan menyebabkan Archegos Capital Management mencari pendanaan baru.

Pada Senin, saham Nomura anjlok 16% di bursa Tokyo setelah memperingatkan potensi kerugian US$ 2 miliar (1,6 miliar euro), sedangkan Credit Suisse merosot 14%. Kekhawatiran investor juga telah menurunkan harga saham bank-bank Eropa lainnya. Pasalnya, sistem keuangan global dibanjiri uang tunai ketika bank sentral dan pemerintah berusaha menjaga perekonomian tetap bertahan selama pandemi virus corona Covid-19. Di samping itu, ada kekhawatiran yang berkembang bahwa uang tersebut telah membantu memicu gelembung spekulatif.

“Perkembangan ini tentu saja menimbulkan pertanyaan seputar kenaikan hutang margin dan leverage yang berlebihan,” kata Sophie Griffiths, analis pasar di OANDA, yang dikutip AFP.

Sementara Stephen Innes, kepala strategi pasar global di Axi, mengatakan para investor sedang menyaksikan dengan sejumlah kekhwatiran soal penjualan besar-besaran lebih lanjut yang memukul pasar keuangan, tetapi kerusakannya terbatas.

“Sangat penting untuk menyadari bahwa ini bukanlah langkah yang diilhami oleh fundamental ekonomi; sebaliknya, ini adalah kasus terisolasi dari manajemen risiko yang buruk, dan pada akhirnya akan memiliki sedikit implikasi makroekonomi yang bertahan lama,” tutur Innes.

Kerugian Sangat Tinggi

Di sisi lain, Nomura secara khusus merujuk pada sebuah peristiwa pada Jumat yang dapat menyebabkan kerugian yang sangat tinggi di salah satu unit AS-nya, dengan menyebutkan harga sekitar US$ 2,0 miliar.

“Nomura saat ini sedang mengevaluasi sejauh mana kemungkinan kerugian dan dampaknya terhadap hasil keuangan konsolidasiannya,” demikian pernyataan bank asal Negeri Sakura itu.dalam sebuah pernyataan.

Ditambahkan oleh Nomura, bahwa perkiraan dapat berubah tergantung pada pembatalan transaksi dan fluktuasi pasar.

Meski demikian, Nomura mengatakan akan mengungkap lebih lanjut setelah dampak potensi kerugian ditentukan. Mereka menambahkan, tidak akan menghadapi masalah operasional apa pun sebagai akibat dari kerugian tersebut.

Menurut Bloomberg News, yang mengutip dari sumber, bahwa nasabah yang tidak disebutkan namanya itu adalah Archegos.

Menyusul kolapsnya Greensill, spesialis pinjamna korporat jangka pendek asal Inggris, Credit Suisse memperingatkan kerugiannya bisa sangat signifikan tanpa memberikan angka spesifik.

Bank tersebut merujuk pada tautan ke hedge fund investasi AS – yang tidak disebutkan namanya – yang telah mengalami gagal bayar pada pekan lalu, dengan posisi margin tertentu yang dipegang olehnya dan bank lain.

Menurut sumber kepada AFP, bahwa potensi kerugian di Credit Suisse terkait dengan Archegos. Seperti rekan-rekannya, pihak bank mengatakan sedang mencoba menutup laporannya yang terpapar ke hedge fund tersebut, dan akan membuat pernyataan lebih lanjut pada waktunya.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN