Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga melewati gedung Bursa New York atau NYSE di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). ( Foto: Angela Weiss / AFP )

Warga melewati gedung Bursa New York atau NYSE di Wall Street, New York City, Amerika Serikat (AS). ( Foto: Angela Weiss / AFP )

NYSE Ancam Tinggalkan New York

Kamis, 11 Februari 2021 | 06:07 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Bursa Efek New York atau New York Stock Exchange (NYSE) mengancam akan meninggalkan kota New York jika pihak berwenang negara bagian memberlakukan pajak pada perdagangan saham.

Presiden NYSE Stacey Cunningham memperingatkan pada Selasa (9/2) waktu setempat, bahwa hal yang tidak terpikirkan mungkin terjadi di mana lembaga keuangan suci di Wall Street dapat melarikan diri jika negara memberlakukan pajak pada perdagangan saham.

“Ketika New York tetap menjadi pusat gravitasi bagi industri keuangan, banyak karyawan perusahaan Wall Street yang bermigrasi ke Florida, Texas dan negara bagian lain dengan kebijakan pajak yang ramah,” tulis Cunningham dalam kolom yang diterbitkan di The Wall Street Journal, yang dikutip AFP.

Cunningham mengungkapkan pujian atas keputusan Negara Bagian New York pada 1981 untuk berhenti memungut pajak atas perdagangan saham.

“Jika anggota parlemen memilih untuk mengembalikan pajak itu, NYSE mungkin perlu mengikuti jejak perusahaan yang merelokasi tersebut. Beberapa pelanggan kami sudah bertanya tentang kesediaan kami untuk pindah,” ujar dia.

Sebelumnya anggota dewan legislatif senior negara bagian New York telah mengisyaratkan minat untuk memberlakukan pajak atas penjualan saham guna mengatasi kekurangan anggaran yang mengerikan di tengah penurunan ekonomi akibat dampak pandemi virus corona Covid-19.

Namun, para pejabat dari pemerintahan Gubernur New York Andrew Cuomo telah memberi isyarat menentang langkah tersebut. Bahkan Direktur Anggaran New York, Robert Mujica, baru-baru ini menunjukkan bahwa pajak transaksi tidak akan membuahkan hasil bagi New York, karena akan mendorong bisnis keluar dari negara bagian.

“Satu-satunya hubungan yang Anda miliki dengan pajak transfer saham adalah gagasan bahwa transaksi terjadi di negara bagian karena server komputer kebetulan ada di sini. Memindahkan server, Anda memindahkan transaksi, maka Anda tidak mengumpulkan apa pun dari pajak,” ujar Mujica dalam konferensi pers 19 Januari.

Pekan lalu, Cunningham ikut menandatangani surat dari sekitar 25 pemimpin industri sekuritas yang mengkritik pajak perdagangan saham. Dalam opininya, Cunningham menunjukkan contoh-contoh dalam sejarah baru-baru ini tentang bagaimana pajak atas perdagangan saham yang diberlakukan oleh Prancis dan Swedia telah mendorong bisnis lari ke London.

“Industri sekuritas harus tetap berada di Big Apple, tempatnya. Tetapi jika New York ingin tetap menjadi ibu kota finansial dunia, ia perlu menghindari kebodohan pajak ini dan menunjukkan bahwa ia benar-benar memahami cara kerja kekuatan pasar,” demikian diungkapkan Cunningham.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN