Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)

Optimisme Berlanjut terhadap Stimulus dan Pemulihan Ekonomi

Selasa, 9 Februari 2021 | 06:22 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Optimisme para investor di Amerika Serikat (AS) terhadap stimulus Covid-19 baru dan pemulihan ekonomi berlanjut pada awal perdagangan pekan ini. Sehingga Wall Street mencatatkan rekor tertinggi baru pada Senin (8/2).

Indeks Dow Jones naik 200 poin ke level tertinggi baru. Indeks S&P 500 menguat 0,5% dan indeks Nasdaq menguat 0,6%. Kedua indeks tersebut juga mencapai rekor tertinggi baru pada sesi perdagangan Senin.

Optimisme para investor terhadap stimulus Covid-19 antara lain didukung oleh pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Janet Yellen pada Minggu (7/2). Ia mendesak Kongres untuk mengesahkan usulan stimulus Covid-19 senilai US$ 1,9 triliun.

Jika didukung stimulus, kata Yellen, pasar tenaga kerja AS akan mencapai lagi apa yang disebut level penyerapan penuh lapangan kerja pada 2022.

“Sama sekali tidak alasannya kita harus melalui jalan pemulihan yang lamban dan panjang. Jika paket (stimulus) itu disahkan, kita akan kembali ke penyerapan penuh tahun depan,” tutur Yellen kepada CNN, dan dikutip CNBC pada Senin.

Senat dan Dewan Perwakilan AS pada akhir pekan lalu sudah mengesahkan resolusi anggaran. Dan sudah memulai proses rekonsiliasi, yang tujuannya agar paket stimulus tersebut dapat disahkan Senat Demokrat dengan mayoritas sederhana dan tanpa perlu dukungan dari kubu Republik.

Paket stimulus ini mencapai bantuan langsung tunai US$ 1.400 per individu, tambahan tunjangan pengangguran, dan dana untuk vaksinasi serta pengetesan virus Covid-19.

“Pasar masih sangat bullish karena di tahap-tahap awal ini, pemulihan ekonomi mulai menguat. Kami terus merekomendasikan saham-saham yang paling diuntungkan dengan membaiknya kondisi perekonomian, seiring bergulirnya vaksinasi dan aktivitas normal bergulir lagi,” tutur Michael Wilson, kepala strategi saham Morgan Stanley.

Pada perdagangan Senin, harga bitcoiun juga melonjak ke rekor tertinggi di atas US$ 44.000. Setelah produsen mobil listrik Tesla mengungkapkan telah membeli aset digital tersebut setara US$ 1,5 miliar. Tesla juga menyatakan akan menerima bitcoin sebagai alat pembayaran untuk produk-produknya.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden sebelumnya menargetkan untuk memberikan setidaknya 100 juta dosis vaksin Covid-19 selama 100 hari pertama ia menjabat. Tapi, ia mengingatkan bahwa akan sangat sulit untuk mencapai kekebalan kelompok di AS pada akhir musim panas tahun ini.

“Meski dalam jangka pendek ekonomi akan tersendat, tapi vaksinasi terus meluas sehingga kecuali ada malapetaka besar dalam program vaksinasi itu, ekonomi bakalan melonjak,” ujar Tony Dwyer, kepala strategi pasar Canacord Genuity.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN