Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan calon presiden (capres) dari Partai Demokrat Joe Biden saling adu argumen dalam  debat presiden pertama. Tampak moderator sekaligus pembawa berita Fox News, Chris Wallace (tengah) mengangkat tangan untuk menghentikan perdebatan keduca capres yang diadakan di Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio, pada 29 September 2020. (Foto: JIM WATSON / AFP )

Presiden AS Donald Trump (kanan) dan calon presiden (capres) dari Partai Demokrat Joe Biden saling adu argumen dalam debat presiden pertama. Tampak moderator sekaligus pembawa berita Fox News, Chris Wallace (tengah) mengangkat tangan untuk menghentikan perdebatan keduca capres yang diadakan di Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio, pada 29 September 2020. (Foto: JIM WATSON / AFP )

Pakar Wanti-wanti dengan Keunggulan Sementara

Senin, 2 November 2020 | 06:36 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Kalangan pakar dan akademisi mengingatkan untuk hati-hati dengan keunggulan sementara dalam penghitungan suara hasil pemilihan presiden (pilpres) 2020 Amerika Serikat (AS).

Karena, hasil sementara di negara-negara bagian yang disebut medan pertempuran dapat mengelabui khalayak dalam pilpres tahun ini. Lantaran lonjakan jumlah suara yang dikirimkan via pos atau surat suara kosong. Serta cara-cara berlainan dalam memproses surat-surat suara itu.

Begitu tempat-tempat pemungutan suara (TPS) ditutup di negara bagian Florida dan penghitungan dimulai, mantan wapres Joe Biden ada kemungkinan unggul jauh. Satu jam kemudian, penghitungan dimulai di Pennsylvania dan dapat menghasilkan keunggulan telak petahana Presiden AS Donald Trump.

Negara-negara bagian yang menghitung suara yang dikirimkan via pos sebelum Hari Pemilihan kemungkinan menunjukkan Biden unggul. Lantaran hasil-hasil survei dan data pemungutan suara dini menunjukkan suara-suara ini mendukung Demokrat.

Sebaliknya, negara-negara bagian yang tidak menghitung surat suara via pos sampai 3 November 2020 kemungkinan menunjukkan keunggulan Trump.

Apa yang disebut fatamorgana merah atau biru itu akan menghilang seiring bertambahnya jumlah suara yang dihitung. Kalangan pakar memperkirakan perlu waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu untuk menghitung jumlah suara via pos yang sangat banyak itu. Rekor jumlah suara ini terjadi lantaran pemilih menghindari antre panjang pada Hari Pemilihan, di tengah pandemi Covid-19.

“Harap bersabar. Seluruh suara harus dihitung dan itu akan memakan waktu lumayan lama,” ujar Gerry Cohen, anggota Komisi Pemilihan Wake County di Carolina Utara, seperti dikutip Reuters, Minggu (1/11).

Berikut ini apa yang diperkirakan terjadi di beberapa negara bagian paling sengit diperebutkan dan bakal menjadi penentu siapa presiden AS berikutnya:

Fatamorgana Biru

Negara bagian Florida dan Carolina Utara mengizinkan para petugas KPPS untuk mulai memproses surat suara lewat pos beberapa pekan sebelum Hari Pemilihan. Hasil penghitungan ini kemunngkinan diumumkan paling cepat begitu waktu pemungutan suara berakhir pada 3 November 2020.

Jika itu yang dijalankan, kemungkinan Biden akan tampak unggul di awal. Karena hasil survei terbaru Reuters/Ipsos menunjukkan orang yang sudah menggunakan hak suara di Florida dan Carolina Utara mendukung capres Demokrat tersbut dengan margin 2:1 atas petahana.

Namun di kedua negara bagian itu, mayoritas orang yang berencana menggunakan hak suara pada Hari Pemilihan mendukung Trump.

Fatamorgana biru ini diperkirakan singkat saja di kedua negara bagian. Sebelum tengah malam, penghitungan di sana untuk surat suara lewat pos dan langsung di TPS sudah selesai.

Texas, Iowa, dan Ohio yang dimenangi telak oleh Trump pada 2016 tapi hasil survei untuk tahun ini menunjukkan bakal ketat. Ketiganya juga mengizinkan penghitungan awal suara via pos dan kemungkinan menunjukkan fatamorgana biru. Hasil penghitungan hampir seluruhnya juga diperkirakan selesai pada 3 November.

Fatamorgana Merah

Di Pennsylvania, Michigan, dan Wisconsin, suara via pos tidak boleh dihitung sampai Hari Pemilihan. Michigan membolehkan pembukaan surat suara, tapi tidak boleh menghitungnya.

Karena penghitungan suara via pos ini lebih lama dibandingkan yang langsung, hasil awal akan menunjukkan keunggulan Republik. Sebagian pakar memperkirakan terjadi perpindahan ke biru seiring bertambahnya jumlah suara yang dihitung.

Penghitungan di Pennsylvania dan Wisconsin bakal lamban karena tidak berpengalaman menghitung suara via pos dalam volume tinggi. Penghitungan di Pennsylvania bisa berhari-hari. Demokrat belum lama ini menang di Mahkamah Agung AS, yang mengizinkan petugas menerima suara via pos hingga tiga hari setelah Hari Pemilihan, sepanjang cap posnya tetap 3 November.

“Saya perkirakan pada malam hari pemilihan Pennsylvania akan lebih Republikan dari yang sebenarnya, siapa pun yang akhirnya memenangi negara bagian itu,” ujar Kyle Kondik, pengamat politik Center for Politics University of Virginia.

Menunggu Arizona

Pada malam pemilu Kongres 2018, Martha McSally, calon Senator Republik dari Arizona sudah mengklaim kemenangan. Ia bahkan mengatakan kepada pendukungnya akan tidur dengan keunggulan lebih dari 14.000 suara.

Enam hari kemudian, ia harus mengakui kekalahan atas Kyrsten Sinema dari Demokrat, setelah KPPS selesai menghitung ratusan ribu suara lewat pos. Termasuk banyak dari wilayah metropolitan yang condong ke Demokrat, seperti Phoenix dan Tucson.

KPU Arizona berharap waktu penghitungan suara tahun ini lebih sebentar. Karena daerah seperti Maricopa County, yang mencakup Phoenix, sudah memperbarui perangkat dan menambah waktu satu minggu untuk menangani suara via pos. Tapi jika pertarungannya ketat, masih perlu beberapa hari lagi untuk menghitung seluruh suara.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN