Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi - Covid 19 coronavirus Delta variant Sars ncov 2 2021. Delta Strain. India Coronavirus delta variant. B.1.617.2 E484Q L452R. ANTARA/Shutterstock/pri.

Ilustrasi - Covid 19 coronavirus Delta variant Sars ncov 2 2021. Delta Strain. India Coronavirus delta variant. B.1.617.2 E484Q L452R. ANTARA/Shutterstock/pri.

Memetik Pelajaran dari Covid-19

Pandemi Mendatang Diprediksi Lebih Mematikan

Selasa, 7 Desember 2021 | 07:11 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id – Salah satu pencipta vaksin Oxford-AstraZeneca, Sarah Gilbert mengatakan bahwa situasi pandemi di masa depan bisa lebih mematikan daripada Covid-19, yang saat ini melanda. Oleh karena itu ia mengingatkan untuk jangan menyia-nyiakan pelajaran yang patut dipetik dari wabah tersebut, dan dunia harus memastikan kesiapan menghadapi serangan virus berikutnya.

Menurut data Johns Hopkins University, novel coronavirus telah merenggut 5,26 juta jiwa di seluruh dunia dan memangkas output ekonomi hingga triliunan serta memutarbalikkan kehidupan miliaran penduduk.

“Yang sebenarnya adalah, yang berikutnya bisa lebih buruk. Bisa lebih menular atau lebih mematikan, atau keduanya. Ini bukan kali terakhir virus mengancam hidup dan mata pencaharian kita,” ujar Sarah Gilbert dalam kegiatan Richard Dimbleby Lecture, yang dilaporkan BBC.

Gilbert – yang merupakan profesor vaksinologi di University of Oxford – menambahkan bahwa dunia harus memastikan lebih siap menghadapi virus berikutnya. “Kemajuan yang telah kita buat dan pengetahuan yang telah kita peroleh, jangan sampai hilang,” kata dia dikutip Reuters.

Di sisi lain, para pakar kesehatan mengatakan, upaya-upaya untuk mengakhiri pandemi Covid-19 tergolong tidak merata dan terpecah. Hal ini ditandai oleh keterbatasan akses vaksin untuk negara-negara berpenghasilan rendah. Sementara yang sehat dan kaya di negara-negara makmur bisa mendapatkan vaksin booster.

Panel ahli kesehatan yang dibentuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meninjau penanganan pandemi SARS-CoV-2 telah menyerukan pendanaan permanen, dan kemampuan yang lebih besar untuk menyelidiki pandemi melalui perjanjian baru.

Salah satu yang diusulkan adalah pembiayaan baru setidaknya sebesar US$ 10 miliar per tahun untuk anggaran kesiapsiagaan pandemi.

Menurut Gilbert protein spike dari varian Omicron mengandung mutasi yang diketahui meningkatkan penularan virus. “Ada perubahan tambahan yang mungkin berarti antibodi yang diinduksi oleh vaksin, atau oleh infeksi varian lain, mungkin kurang efektif dalam mencegah infeksi Omicron. Sampai kita tahu lebih banyak, kita harus berhati-hati dan mengambil langkah untuk memperlambat penyebaran varian baru ini,” demikian penjelasannya.

Sebagai informasi, wabah Covid-19 pertama kali terdeteksi di Tiongkok pada akhir 2019. Vaksin-vaksin kemudian dikembangkan untuk melawan virus dalam waktu singkat. Vaksin Oxford-AstraZeneca merupakan vaksin virus corona pertama yang disetujui digunakan di Inggris dan telah digunakan di lebih dari 170 negara secara global.

Vaksin ini jauh lebih murah dan lebih mudah dikirim daripada vaksin yang lain. Vaksin ini menuai pujian karena peningkatan akses vaksin untuk negara-negara miskin.

Gilbert disebut telah membuat dan menguji coba vaksin selama lebih dari satu dekade, terutama menggunakan antigen dari malaria dan influenza, dan memprakarsai proyek vaksin Covid-19 pada awal 2020 setelah virus pertama kali muncul di Tiongkok. Saat dunia sekarang menghadapi varian Omicron, hampir 250 kasus sekarang diidentifikasi hanya di Inggris, sehingga ia mendesak semua pihak untuk terus berhati-hati.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN