Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pangeran Harry dari Inggris diterima bekerja sebagai chief impact officer (cio) di perusahaan rintisan (startup) BetterUp, yang berada di Silicon Valley, Amerika Serikat (AS). ( Foto:  BetterUp.com )

Pangeran Harry dari Inggris diterima bekerja sebagai chief impact officer (cio) di perusahaan rintisan (startup) BetterUp, yang berada di Silicon Valley, Amerika Serikat (AS). ( Foto: BetterUp.com )

Pangeran Harry Kerja di Perusahaan Rintisan Silicon Valley

Rabu, 24 Maret 2021 | 07:45 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Pangeran Harry dari Inggris telah diterima bekerja sebagai chief impact officer (cio) di perusahaan rintisan (startup) BetterUp.

Duke of Sussex itu berharap dengan bekerja di BetterUp, dirinya dapat menciptakan dampak di kehidupan orang-orang melalui pemberian pembinaan proaktif untuk pengembangan pribadi, meningkatkan kesadaran, dan kehidupan yang lebih baik secara menyeluruh.

Sebagai informasi, BetterUp adalah perusahaan bernilai US$ 1 miliar (730 juta poundsterling) yang berada di Silicon Valley, California, Amerika Serikat (AS), dan bergerak di bidang pemberian pelatihan profesional, konsultasi kesehatan mental, serta pembelajaran mendalam.

Ini adalah jabatan resmi pertama dari adik Pangeran William di sebuah perusahaan swasta sejak dia mengundurkan diri dari tugas-tugas yang diemban anggota keluarga kerajaan, setahun yang lalu. Harry dan istrinya, Meghan, juga telah menandatangani kesepakatan bernilai jutaan dolar untuk menyediakan konten bagi Spotify dan Netflix.

Sebagai CIO BetterUp, Pangeran Harry diharapkan membantu memberikan keputusan strategi produk, kolaborasi amal, dan saran tentang topik-topik yang berkaitan dengan kesehatan mental. Apalagi Harry juga telah bekerja sama dengan badan amal kesehatan mental.

“Ini tentang mengakui bahwa bukan apa yang salah dengan kita, tetapi lebih tentang apa yang telah terjadi pada kita selama hidup,” ujar Harry kepada surat kabar Wall Street Journal, yang pertama kali memberitakan pengangkatan tersebut.

“Seringkali karena hambatan sosial, kesulitan keuangan, atau stigma, terlalu banyak orang yang tidak dapat fokus pada kesehatan mental mereka sampai mereka terpaksa. Saya ingin kita menjauh dari gagasan bahwa Anda harus merasa hancur sebelum meminta bantuan,” tambah dia.

Saat ditanyakan kepada CEO BetterUp Alexi Robichaux, dia berkata: “Ini adalah peran yang bermakna dan penting. Dia identik dengan pendekatan kebugaran mental dan benar-benar berinvestasi pada diri Anda sendiri. Itu bukan penjualan internal yang sulit.”

Menurut laporan, keduanya disebut-sebut dipertemukan melalui seorang teman dan telah mendiskusikan kolaborasi tersebut sejak musim gugur lalu. Namun, Robichaux tidak mengungkapkan berapa banyak Harry akan digaji atau apakah sang Duke of Sussex itu telah diberi saham dalam bisnis tersebut.

Sebagai informasi, BetterUp – yang didirikan pada 2013, baru-baru ini mendapatkan pendanaan US$ 125 juta dari berbagai investor internasional untuk membiayai ekspansi perusahaan. Pendanaan baru itu memberi nilai BetterUp pada US$ 1,7 miliar, dan menjadikannya sebagai perusahaan Unicorn – yang bernilai lebih dari $ 1 miliar.

Mereka mengklaim mempekerjakan 2.000 pelatih dan memiliki 300 klien bisnis termasuk Hilton, Nasa, Chevron, dan Mars. Perusahaan yang berbasis di San Francisco ini mengatakan berfokus untuk mengubah dunia dengan menghadirkan kekuatan transformasi kepada setiap orang. Para karyawannya pun disebut-sebut diberdayakan agar terus naik dan melampaui kemampuan demi mencapai diri terbaik mereka.

Jabatan chief impact officer sendiri merupakan posisi yang langka, tetapi semakin populer di perusahaan-perusahaan rintisan dan perusahaan-perusahaan di Silicon Valley. Posisi yang kerap disingkat “Chimpos” ini biasanya mengemban tanggung jawab untuk mengukur keberlanjutan, kesehatan mental, dan dampak perusahaan terhadap masyarakat luas.

Perusahaan teknologi Silicon Valley, Salesforce, adalah salah satu yang pertama memperkenalkan posisi tersebut. Dikatakan bahwa CIO bertanggung jawab untuk “mendorong dampak sosial dan lingkungan yang positif di seluruh perusahaan kami, pelanggan, mitra, dan komunitas, mendorong dampak sosial dan lingkungan yang positif di seluruh perusahaan, pelanggan, mitra, dan komunitas kami.”

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : The Guardian

BAGIKAN