Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seorang karyawan bekerja di Tokyo Stock Exchange, Jepang pada 13 Januari 2022. (FOTO: Toru Hanai / Bloomberg / Getty Images)

Seorang karyawan bekerja di Tokyo Stock Exchange, Jepang pada 13 Januari 2022. (FOTO: Toru Hanai / Bloomberg / Getty Images)

Pasar Asia Pasifik Mixed Menyusul Wall Street

Rabu, 28 September 2022 | 08:33 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SINGAPURA, investor.id – Saham di Asia Pasifik diperdagangkan mixed pada pembukaan perdagangan Rabu (28/9), setelah S&P 500 menetapkan level terendah baru 2022 semalam di Wall Street.

Nikkei 225 Jepang turun 0,68%, sedangkan indeks Topix turun 0,67%.

Risalah dari pertemuan bank sentral Jepang (BoJ) Juli 2022 mengatakan beberapa anggota dewan kebijakan melihat inflasi konsumen melambat pada fiskal 2023, kecuali indeks harga komoditas (CPI) terus meningkat.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,18%. Kospi di Korea Selatan turun 0,43%, sementara Kosdaq naik 27%. Di Australia, S&P/ ASX 200 sedikit lebih tinggi.

Pemerintah Australia akan melaporkan data penjualan ritel untuk Agustus 2022 hari ini. Diharapkan untuk inci 0,4% lebih tinggi dari Juli 2022, di mana cetakan datang pada 1,3%.

Dow Jones Industrial Average menyerahkan kenaikan sebelumnya sekitar 400 poin menjadi turun 125,82 poin, atau 0,43%, menjadi 29.134,99 pada akhir sesi. Nasdaq Composite naik 0,25% menjadi 10.829,50.

Pertanyaan tentang pendapatan, potensi resesi berarti lebih banyak aksi jual bisa terjadi. Dow dan S&P 500 telah jatuh selama enam hari berturut-turut, dengan banyak dari mereka yang melihat penjualan luas yang biasa disebut hari "pencucian" (washout).

Itu terkadang bisa menjadi sinyal beli yang berlawanan di Wall Street. Tetapi banyak profesional investasi skeptis bahwa aksi jual sudah berakhir. Salah satu alasannya adalah bahwa ekspektasi pendapatan untuk tahun depan masih menunjukkan pertumbuhan yang solid, yang tidak mungkin terjadi jika ada resesi.

“Kami tahu bahwa jika kami mulai melihat perubahan dalam imbal hasil (yield) dua tahun ... dan jika kami mulai melihat perubahan dalam dolar, itu memberi kami kemampuan untuk bangkit dari kondisi yang sangat oversold ini,” kata kepala investasi ahli strategi Delos Capital Advisors di Dallas, Andrew Smith pada Rabu (28/9).

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com