Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PBB

PBB

PBB: Serangan Roket di Irak Sembrono

Rabu, 17 Februari 2021 | 06:46 WIB

ARBIL, investor.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan pada Selasa (16/2) bahwa Pemerintah Irak bisa lepas kendali setelah serangan roket di ibu kota daerah Kurdi, Arbil. Serangan tersebut membunuh seorang kontraktor asing untuk militer Amerika Serikat (AS) dan melukai beberapa orang lainnya.

Serangan Senin (15/2) malam waktu setempat adalah pertama kali dalam hampir dua bulan militer atau instalasi diplomatik Barat menjadi sasaran di Irak, setelah serangkaian insiden serupa tahun lalu dengan faksi Syiah pro-Iran disalahkan.

Wakil tertinggi PBB di Irak Jeanine Hennis-Plasschaert mengecam serangan itu pada Selasa pagi waktu setempat.

"Tindakan keji dan sembrono seperti itu menimbulkan ancaman besar bagi stabilitas," unggahnya di media sosial Twitter pada Selasa (16/2).

Ia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan kerja sama antara pemerintah federal dan daerah dalam penyelidikan.

Pada Senin malam, lebih dari belasan roket 107 mm, kaliber yang sama yang digunakan dalam serangan di Baghdad, ditembakkan dari sekitar delapan kilometer (km) barat Arbil.

Rudal tersebut tampaknya menjadi sasaran di kompleks militer bandara Arbil yang menampung pasukan asing, dikerahkan sebagai bagian dari koalisi pimpinan AS yang membantu Pemerintah Irak memerangi jihadis sejak 2014.

Tetapi rudal tersebut menyerang di seluruh barat laut kota, termasuk lingkungan pemukiman tempat lima warga sipil terluka, direktorat kesehatan Arbil mengatakan kepada AFP.

Juru bicara koalisi Wayne Marotto mengatakan tiga roket menghantam bandara Arbil, menewaskan satu kontraktor asing yang bukan warga negara Amerika.

Sebanyak sembilan orang lainnya terluka, termasuk delapan kontraktor sipil dan satu tentara AS, katanya.

Pada Selasa pagi sisa-sisa roket telah dibersihkan, meninggalkan lubang-lubang kecil di jalan beraspal dari Arbil dan di dinding plester di luar rumah.

"Tentu saja pemboman ini mempengaruhi kami. Itu membahayakan nyawa kami. Saya tidak melihat arti dari semua ini. Kami juga manusia dan kami ingin hidup," kata seorang warga Nariman Mohammad (51 tahun).

Setelah ditutup untuk penerbangan sepanjang pagi, bandara Arbil beroperasi normal pada tengah hari.

AS Marah

Pada Senin malam, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken mengatakan dirinya marah dengan serangan itu dan menjanjikan dukungan pemerintah AS dalam meminta pertanggungjawaban dari pelaku serangan.

"Saya telah menghubungi Perdana Menteri Pemerintah Daerah Kurdistan Masrour Barzani membahas insiden tersebut dan menjanjikan dukungan kami atas semua upaya, untuk menyelidiki dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab," tegasnya.

Barzani sebelumnya mengecam serangan itu dengan ujaran terkuat. Sementara Presiden Irak Barham Saleh menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya dan tindakan teroris kriminal.

Militer Barat dan fasilitas diplomatik telah menjadi sasaran puluhan roket dan bom tepi jalan sejak akhir 2019, tetapi sebagian besar serangan terjadi di Baghdad, bukan Arbil.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN