Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pangeran Philip dari Inggris, yang bergelar Duke of Edinburgh, saat menghadiri parade Tantangan Global 1664 di Halaman Depan Istana Buckingham di pusat kota London, pada 2 Agustus 2017. ( Foto: YUI MOK / POOL / AFP  )

Pangeran Philip dari Inggris, yang bergelar Duke of Edinburgh, saat menghadiri parade Tantangan Global 1664 di Halaman Depan Istana Buckingham di pusat kota London, pada 2 Agustus 2017. ( Foto: YUI MOK / POOL / AFP )

Pemakaman Mendiang Pangeran Philip Dilangsungkan 17 April

Senin, 12 April 2021 | 07:13 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id – Istana Buckingham menyampaikan pada Sabtu (10/4) bahwa pelaksanaan pemakaman mendiang Pangeran Philip, suami dari Ratu Elizabeth II dari Inggris, akan diadakan pada 17 April. Pangeran Harry juga dikonfirmasi menghadiri pemakaman kakeknya.

Wafatnya Pangeran Philip juga mendorong masa berkabung nasional selama 8 hari.

Menurut para pejabat kerajaan, prosesi pemakaman yang akan disiarkan di televisi, berlangsung pada Sabtu mendatang, pukul 14.00 GMT di Kapel St George, Kastil Windsor, London barat.

Namun Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson tidak akan menghadiri pemakaman Duke of Edinburgh, pada Sabtu mendatang, untuk memberi ruang seluas mungkin bagi anggota keluarga kerajaan agar sesuai aturan pandemi virus corona Covid-19.

“Karena ada aturan terkait virus corona maka hanya 30 orang yang dapat menghadiri pemakaman Yang Mulia Pangeran Philip, Duke of Edinburgh. Perdana menteri selama ini ingin bertindak sesuai dengan apa yang terbaik untuk keluarga kerajaan, sehingga mengizinkan sebanyak mungkin anggota keluarga tidak akan menghadiri pemakaman pada Sabtu,” demikian pernyataan yang dikeluarkan kantornya di Downing Street, yang dikutip AFP.

Misa pemakaman Pangeran Philip, yang meninggal pada Jumat (9/4) di usia ke-99 tahun, akan didahului dengan mengheningkan cipta nasional selama satu menit nasional dan diselenggarakan di Kapel St George di kastil Windsor. Selain itu juga pihak kerajaan tidak membuka akses bagi publik atau prosesi terbuka.

Jumlah pelayat bakal dibatasi hingga 30 orang, dan Istana Buckingham menekankan misa akan diadakan sejalan dengan pembatasan Covid-19. Ini berarti seluruh anggota keluarga kerajaan, termasuk Ratu Elizabeth II diharapkan mengenakan masker.

Seorang juru bicara Istana Buckingham membenarkan bahwa Harry, yang telah pindah ke Los Angeles setelah melepaskan tugas kerajaan, berencana untuk menghadiri pemakaman. Namun, isterinya yang sedang hamil, Meghan, disarankan untuk tidak bepergian oleh dokternya.

Putra tertua dari pasangan mendiang Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II, pewaris takhta Pangeran Charles (72 tahun) menyampaikan penghormatan yang tulus kepada sang “Papa tersayang”. Dia juga berkata, bahwa dirinya dan keluarga kerajaan akan sangat merindukannya.

“Ayahku tersayang adalah orang yang sangat istimewa yang menurutku di atas segalanya. Dari sudut pandang kami, keluargaku, sangat berterima kasih atas semua yang mengagumi dan menyampaikan hal-hal menyentuh tentang ia. Itu semua akan sangat medukung kita dalam kehilangan khusus ini, dan pada saat-saat yang sangat menyedihkan ini,” ujar Pangeran Charles.

Kekosongan Besar

Sementara itu, Pangeran Andrew – adik dari Pangeran Charles – menuturkan bahwa ibundanya, Ratu Ratu Elizabeth II sangat tabah, walau terpukul karena kepergian suaminya, Pangeran Philip. Apalagi tahun lalu, pasangan itu merayakan ulang tahun pernikahan ke-73 tahun pernikahan.

“Dia menggambarkannya (kematiannya) telah meninggalkan kekosongan besar dalam hidupnya,” ungkap Andrew kepada setelah kebaktian gereja di Kastil Windsor, barat London.

Pangeran Andrew sendiri menggambarkan ayahnya sebagai "kakek bangsa", dan mengatakan keluarga dekat "mengerahkan" dukungan kepada ratu. Sedangkan adik laki-lakinya, Edward, menyebut kematian ayahnya sebagai "kejutan yang mengerikan", meskipun ia baru saja sakit.

Komentar lain datang dari pastor tertinggi Gereja Inggris yang memimpin doa di upacara peringatan Duke of Edinburgh. “Untuk keluarga kerajaan, seperti yang lainnya, tidak ada kata-kata yang dapat menjangkau kedalaman kesedihan yang mengarah ke duka cita,” kata Uskup Agung Canterbury Justin Welby.

Tembakan Penghormatan

Tembakan penghormatan bergema di seluruh Inggris pada Sabtu, ketika angkatan bersenjata memberikan penghormatan kepada sang Duke. Tembakan terkoordinasi sebanyak 41 kali ini ditujukan bagi mantan komandan Angkatan Laut Kerajaan, dengan kecepatan satu per menit mulai pukul 12.00 (11.00 GMT) di London, Edinburgh, Cardiff, dan Belfast, serta di pangkalan angkatan laut, mulai dari kapal perang di laut, dan di teritori Inggris Gibraltar.

Penghormatan serupa – sesuai dengan protokol militer – juga dilakukan di Canberra dan Wellington, mengingat Ratu Elizabeth II adalah kepala negara di Australia dan Selandia Baru. Di situs Tower of London, kerumunan lebih dari 100 penonton tampak hening ketika menyaksikan tembakan-tembakan Honorable Artillery Company di tepi Sungai Thames.

Seorang penonton, Heather Utteridge, mengatakan sengaja datang untuk menunjukkan rasa hormatnya kepada manusia super.

“Ini kehilangan besar bukan hanya bagi Ratu, tetapi juga bagi negara. Dia mewakili stabilitas seluruh hidup kami,” kata pria berusia 65 tahun itu kepada AFP.

Alexander Beaten (30 tahun) menuturkan, pasangan kerajaan itu telah menjadi bagian integral dari identitas dan budaya Inggris. “Kita bisa tidak setuju dengan pemerintah, tapi Ratu dan Pangeran Philip tetap seperti itu,” pungkas dia.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN