Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dr Anthony Fauci, seorang pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS) sekaligus direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular atau National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). ( Foto: Brendan Smialowski / AFP )

Dr Anthony Fauci, seorang pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS) sekaligus direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular atau National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). ( Foto: Brendan Smialowski / AFP )

Pakar Penyakit Menular Dr Anthony Fauci:

Pemerintah AS Harus Batasi Libur Natal dan Tahun Baru

Selasa, 1 Desember 2020 | 06:16 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS) Dr Anthony Fauci pada Minggu (29/11) waktu setempat mengingatkan, bahwa AS sedang menuju masa-masa sulit karena pandemi virus corona Covid-19. Menurut dia, pemerintah harus menegakkan pembatasan-pembatasan yang berlaku saat ini, dan membatasi perjalanan pada musim libur Natal dan Tahun Baru.

 

Fauci, yang juga direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular atau National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), mengingatkan bahwa penduduk Amerika harus bersiap menghadapi lonjakan kasus infeksi seiring kembalinya jutaan pelancong ke dalam negeri usai liburan Thanksgiving.

Sebagai informasi, Amerika Serikat adalah negara yang paling parah terkena dampak di dunia, dengan angka kematian akibat Covid-19 yang mencapai 266.831 jiwa. Hal ini diperburuk dengan tindakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang telah mengeluarkan pesan saling bertentangan tentang penggunaan masker, melakukan perjalanan, dan bahaya yang ditimbulkan oleh virus tersebut.

“Hampir pasti akan ada peningkatan sehubungan kejadian melakukan perjalanan itu,” ungkap Fauci kepada CNN “State of the Union”, seperti dikutip AFP, Senin (30/11).

Dia mendesak supaya warga Amerika berhati-hati usai kembali dari perjalanan liburan Thanksgiving, dan mengenakan masker untuk mengurangi penyebaran virus.

“Sayangnya, ini seperti yang kami perkirakan. Selama beberapa pekan ke depan hingga Desember, kemungkinan kita melihat lonjakan berlapis di atas lonjakan yang sudah kita alami. Saya tidak ingin menakut-nakuti orang, kecuali mengatakan bahwa belum terlambat untuk melakukan sesuatu tentang hal ini,” ujar Fauci saat diwawancarai dalam program NBC “Meet the Press”, seperti dilansir CNBC.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sendiri telah mengeluarkan peringatan pada November, agar masyarakat tidak bepergian untuk merayakan libur Thanksgiving.

Namun catatan menunjukkan, lebih dari 9 juta orang melakukan perjalanan melalui bandara dalam sepekan menjelang liburan dan akhir pekan setelahnya.

“Saya pikir kita harus membuat keputusan sebagai bangsa, negara bagian, kota dan keluarga bahwa kita berada dalam waktu yang sangat sulit. Kita harus melakukan semacam pembatasan dari hal-hal yang ingin kita selesaikan, terutama di musim liburan ini, karena kita memasuki situasi yang benar-benar genting,” kata Fauci.

Menurut data dari Johns Hopkins University (JHU), Amerika telah melampaui angka 13 juta kasus Covid-19 dan sedikitnya 266.000 orang meninggal dunia. Di saat angka kasus dan kematian melonjak di seluruh negeri, pihak rumah sakit juga berjuang mengatasi kekurangan staf medis dan masalah kapasitas di tengah arus masuk jumlah pasien.

Johns Hopkins University. ( Foto: R.Carr / AFP / Getty Images
Johns Hopkins University. ( Foto: R.Carr / AFP / Getty Images

Kapasitas Rumah Sakit

Fauci mengungkapkan bahwa para kolega dan rekannya dari berbagai negara bagian telah meminta nasihat kepadanya. Mereka menyatakan kekhawatian tentang kemungkinan tindakan karantina (lockdown) lokal, jika masalah kapasitas rumah sakit berlangsung semakin parah.

“Penduduk Amerika harus mengambil langkah-langkah mitigasi virus mereka sendiri untuk membantu sistem rumah sakit dan menghindari potensi penguncian. Kami menyadari bahwa kami memang memiliki kemampuan untuk dapat meredam itu dengan melakukan hal-hal sederhana yang kami bicarakan sebelum melakukan lockdown. Jadi kami tidak tergesa-gesa menerapkan kebutuhan lockdown,” kata Fauci.

Pakar imunologi AS itu memperkirakan, jumlah kematian harian di negerinya akan melonjak pada musim dingin ini. Menurut Proyek Pelacakan Covid (Covid Tracking Project), pada November saja AS telah memiliki lebih dari 4 juta kasus baru. Penambahan sebanyak dua kali lipat terjadi pada Oktober. Jumlah pasien yang meninggal dunia dan dirawat inap meningkat beberapa pekan setelah lonjakan kasus baru.

Laksamana Brett Giroir, asisten menteri di Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (Health and Human Services/HHS) menyampaikan kekhawatirannya pada Minggu, tentang lonjakan kasus dan pasien yang dirawat inap akibat meningkatnya volume perjalanan.

Dalam wawancaranya dengan CNN, Giroir – yang memimpin upaya pengujian Covid-19 di bawah Pemerintah AS – mengatakan tidak dapat memberikan proyeksi jumlah kematian harian. Tetapi dia banyak bergantung pada kondisi di akhir pekan ini, sehubungan dengan upaya AS untuk menghindari lonjakan besar dalam kasus infeksi dan meninggal dunia.

Sedangkan Deborah Birx – koordinator satuan tugas virus korona Gedung Putih – menyampaikan bahwa AS memasuki hari-hari pasca Thanksgiving dengan catatan kasus yang jauh lebih besar, berikut pasien yang dirawat inap dan angka kematian harian di seluruh negeri, dibandingkan periode setelah libur akhir pekan untuk memperingati Memorial Day, ketika negara itu sebelumnya mengalami lonjakan kasus virus corona.

“Kami telah melihat apa yang terjadi setelah libur Memorial Day. Sekarang kami sangat khawatir tentang apa yang bisa terjadi setelah Thanksgiving karena jumlah kasus – sebesar 25.000 versus 180.000 per hari. Itulah mengapa kami sangat prihatin. Kami tahu orang-orang mungkin telah melakukan kesalahan selama waktu Thanksgiving. Jika Anda masih muda dan berkumpul, Anda perlu melakukan tes sekitar lima hingga sepuluh hari kemudian, tetapi Anda harus berasumsi bahwa Anda terinfeksi dan tidak boleh mendekati kakek, nenek dan bibi serta orang lain tanpa masker,” demikian penjelasan Birx dalam wawancara dengan CBS News, Minggu.

Covid-19 yang berkembang mendorong para pejabat kesehatan dan pemerintah berencana mendistribusikan putaran pertama vaksinasi pada Desember, di mana petugas layanan kesehatan menjadi yang pertama menerima vaksin.
 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN