Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Dalam Negeri Italia Luciana Lamorgese . ( Foto: AFP )

Menteri Dalam Negeri Italia Luciana Lamorgese . ( Foto: AFP )

Pemerintah Italia Lindungi Perusahaan dari Jerat Mafia

Selasa, 13 Oktober 2020 | 07:36 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

ROMA, investor.id – Pemerintah Italia meningkatkan langkah-langkah untuk mencegah infiltrasi mafia ke perusahaan-perusahaan yang dilanda kesulitan keuangan akibat pandemi virus corona Covid-19.

Surat kabar La Repubblica, seperti dikutip AFP, Senin (12/10), melaporkan bahwa pemerintah setiap bulannya di tahun ini telah mengeluarkan rata-rata 150 larangan antimafia. Langkah-langkah tersebut dikeluarkan untuk mencegah perusahaan jatuh bangkrut. Jumlah langkah itu naik 25% dibandingkan tahun lalu.

Langkah-langkah itu juga untuk menjauhkan dana pemulihan Uni Eropa (UE) dari tangan kelompok-kelompok kriminal. Menteri Dalam Negeri Italia Luciana Lamorgese sudah mengingatkan akan hal ini di awal pandemi.

Harian Sole 24 Ore melaporkan bahwa kepolisian tengah menyelidiki sekitar 3.000 kasus dugaan penipuan yang melibatkan dana penyelamatan tersebut.

Daerah-daerah di Italia selatan, seperti Campania, Sisilia, dan Calabria menjadi fokus utama larangan-larangan tersebut. Karena tiga kelompok mafia paling kuat berasal dari sana.

Tapi daerah Lombardia dan Emilia-Romagna di Italia utara dan tengah juga sekarang menjadi daerah jangkauan kelompok-kelompok kejahatan terorganisir tersebut.

Mafia di Italia menawarkan pinjaman atau membeli perusahaan-perusahaan yang kesulitan keuangan, sejak Italia menerapkan karantina nasional dua bulan lebih pada Maret 2020.

“Pergerakan mafia selama periode tersebut menyebabkan fokus lebih besar terhadap kasus-kasus pendanaan, akuisisi dan infiltrasi ke perusahaan-perusahaan. Kami misalnya memeriksa adanya investasi yang inkonsisten, dengan melihat volume, subjek, maupun tujuan dana yang dipindahkan,” kata jaksa nasional antimafia Cafiero De Raho kepada Il Sole 24 Ore.

Sektor usaha yang paling terdampak Covid-19 di Italia adalah restoran, hotel, produksi pangan, supermarket, dan konstruksi. Juga perusahaan-perusahaan di sektor kesehatan. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN