Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang berbicara kepada dua penyiar Fox News, Bret Baier (kanan) dan Martha MacCallum (kiri) dalam acara America Together: Returning to Work, yang disiarkan dari monumen nasional AS Lincoln Memorial di Washington, DC pada 3 Mei 2020. ( Foto: JIM WATSON / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang berbicara kepada dua penyiar Fox News, Bret Baier (kanan) dan Martha MacCallum (kiri) dalam acara America Together: Returning to Work, yang disiarkan dari monumen nasional AS Lincoln Memorial di Washington, DC pada 3 Mei 2020. ( Foto: JIM WATSON / AFP )

Penentuan di Enam Swing States

Selasa, 3 November 2020 | 07:05 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (3/11) waktu setempat akan ditentukan di sejumlah negara bagian medan tempur, yang harus direbut oleh Joe Biden untuk dapat mengambil alih kursi presiden di Gedung Putih dari Presiden Donald Trump.

Enam negara bagian utama swing states -yang terjemahan bebasnya negara bagian dengan pemilih mengambang atau bisa memilih calon Republik atau Demokrat – pada pilpres 2020 ini, yakni Florida, Pennsylvania, Michigan, Carolina Utara, Wisconsin, dan Arizona, dimenangi Trump pada 2016. Tapi empat diantaranya memilih calon Demokrat Barack Obama pada 2012.

Negara-negara bagian ini sangat penting untuk dimenangi. Trump pada Minggu (1/11) saja kampanye ke tiga di antaranya. Yakni Michigan, Carolina Utara, dan Florida. Sedangkan Biden menggelar dua acara di Philadelphia, Pennsylvania.

Menurut rerata hasil survei RealClearPolitics (RCP), seperti dilansir AFP, Senin (2/11), Biden unggul dengan rata-rata 3,2 poin persentase di negara-negara bagian medan tempur itu.

Jika hasil suara di 44 negara bagian lainnya sama seperti pada pilpres empat tahun lalu, Biden hanya perlu merebut dua negara bagian medan tempur terbesar, yakni Florida dan Pennsylvania, untuk menang pilpres 2020. Berikut ini penjelasan singkat mengenai negara-negara bagian swing states itu:

- Pennsylvania -

Negara bagian kelahiran Biden ini adalah yang terbesar dan masih aktif di Sabuk Berkarat, yakni kawasan tengah utara yang mengalami kemunduran industrial dalam satu dekade terakhir.

Relawan Trump menggempur negara bagian ini, termasuk dengan mendatangi rumah per rumah di kawasan pinggiran kota.

Pennsylvania memiliki beberapa daerah dengan ekonomi sosial beragam. Kota-kota besarnya akan mendukung Biden. Sedangkan wilayah perdesaan di barat dan wilayah konservatif di bagian tengah akan mendukung Trump. Yang akan menjadi penentu adalah daerah pinggiran dan timur laut negara bagian ini.

Rerata hasil survei RCP: Biden unggul 4,3 poin persentase

- Michigan -

Trump menang sangat tipis pada 2016 di Michigan. Tahun ini menjadi diperebutkan secara sengit oleh kedua kandidat.

Trump berkampanye di kawasan Danau Besar dan menggaungkan kebangkitan Amerika. Tapi para pemilih mencemaskan dampak Covid-19 ke ekonomi dan respons Trump terhadapnya.

Gubernurnya yang asal Demokrat Gretchen Whitmer berseteru dengan Trump. Keputusannya melakukan karantina membuat marah kalangan konservatif.

RCP: Biden unggul 6,1 poin

- Wisconsin -

Capres Demokrat Hillary Clinton berpaling muka dari wilayah penghasil susu di AS ini pada 2016. Alhasil, para pemilih menghukumnya.

Tahun ini, Demokrat menaruh perhatian ke Wisconsin. Konvensi nasionalnya berlokasi di sini pada bulan lalu, walau karena Covid acaranya digelar online.

rump dan Biden, Wapres Mike Pence dan cawapres Kamala Harris berkampanye di sini. Begitu pula dengan Ibu Negara Melania Trump pada akhir pekan lalu.

RCP: Biden unggul 6,6 poin

- Florida -

Negara bagian terbesar swing states ini menjadi jangkar Sabuk Matahari, yakni deretan negara bagian yang membentang sepanjang wilayah selatan dan barat daya AS dengan populasi berkembang pesat. Juga marak dengan industri pertanian, industri militer, maupun jumlah pensiunannya.

Republik mati-matian mempertahankan negara bagian ini. Demokrat menuding lawannya itu menekan pemilih, khususnya di kalangan masyarakat minoritas.

Populasi Latinnya yang sangat besar akan menjadi kunci di sini. Hasil survei menunjukkan jumlah mereka yang mendukung Demokrat tidak sebanyak pada 2016.

Sebagian besar pengamat menyebut Florida adalah tembok apinya Trump. Jika berhasil ditembus, Trump akan kalah.

RCP: Biden unggul 0,8 poin.

- Carolina Utara -

Negara bagian yang secara historis konservatif ini mendukung Trump dengan selisih tiga poin persentase empat tahun lalu. Tapi kedua partai mengakui tahun ini sangat ketat.

North Carolina's governor is a popular Democrat who has won praise for his balanced response to the pandemic.

Gubernurnya orang Demokrat dan populer, terutama karena respons berimbangnya atas Covid-19. Konvensi nasional Republik bulan lalu digelar di sini dan Trump kampanye di sini terakhir pada Minggu (1/11).

RCP: Biden unggul 0,3 poin.

- Arizona -

Arizona selama berpuluh tahun adalah basis Republik. Tapi elektoratnya sekarang sudah berubah. Jumlah orang Latin bertambah dan banyak pendatang dari California yang lebih liberal.

Para pemilih konservatif memuji Trump yang membatasi imigrasi dan membangun tembok di perbatasan Meksiko. Tapi Trump melemahkan peluangnya sendiri dengan merendahkan mendiang senator John McCain, yang mewakili Arizona selama berpuluh tahun dan masih berpengaruh di kancah politik Arizona.

RCP: Biden unggul 1,1 poin.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN