Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi bursa saham Asia. (Foto: AFP / Kazuhiro Nogi)

Ilustrasi bursa saham Asia. (Foto: AFP / Kazuhiro Nogi)

Perdagangan Asia Pasifik Mixed Saat Investor Pantau Kunjungan Pelosi ke Taiwan

Rabu, 3 Agustus 2022 | 08:13 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SINGAPURA, investor.id – Saham di Asia Pasifik bervariasi pada Rabu (3/8) setelah sesi negatif sehari sebelumnya, karena ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok meningkat atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan.

Di Australia, S&P/ ASX 200 turun 0,14%.

Kospi di Korea Selatan tergelincir 0,22% dan Kosdaq turun 0,13%.

Nikkei 225 Jepang naik 0,38% dan indeks Topix sedikit lebih tinggi.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,28%.

Pelosi tiba di Taiwan pada Selasa malam waktu setempat di tengah peringatan dari pemerintah Tiongkok. Taiwan adalah pulau demokratis dengan pemerintahan sendiri yang diklaim oleh Tiongkok sebagai provinsi pelarian.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengunggah di media sosial Twitter bahwa kunjungan Pelosi adalah provokasi politik besar. Sementara itu, juru bicara Eastern Theatre Command Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok mengatakan akan melakukan serangkaian operasi militer bersama di sekitar Pulau Taiwan mulai malam 2 Agustus 2022.

Operasi-operasi itu termasuk tembakan langsung tempur jarak jauh di Selat Taiwan dan peluncuran uji coba rudal konvensional, kata pernyataan itu. Mereka menyebut peluncuran senjata sebagai “pencegahan keras” dan peringatan serius.

Menjelang perjalanan, saham di Asia sebagian besar turun pada Selasa karena investor mengamati perkembangan. Shanghai Composite dan Shenzhen Component turun lebih dari 3% pada posisi terendah sesi.

Dalam berita ekonomi, data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Layanan Caixin Tiongkok akan dirilis hari ini.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di level 106,448 setelah naik baru-baru ini.

Yen Jepang diperdagangkan pada 133,40 per dolar, lebih lemah dibandingkan awal pekan ini. Dolar Australia berada di level US$ 0,6893.

Minyak mentah berjangka AS turun 1% menjadi US$ 93,48 per barel, sementara minyak mentah Brent turun 1,15% menjadi US$ 99,38 per barel.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com