Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Perundingan NAFTA Makin Pelik

Minggu, 24 September 2017 | 09:45 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

OTTAWA – Putaran ketiga perundingan Pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara atau NAFTA kembali dimulai pada hari ini, Sabtu (23/9). Perundingan yang bertujuan membenahi isi kesepakatan tersebut diperkirakan berjalan semakin pelik, mengingat ketegangan diplomatik yang meningkat.

 

Sebelumnya, sudah selama sepekan para juru runding berusaha memetakan rincian isi proposal umum yang diajukan oleh sekitar 20 kelompok  kerja dalam perundingan putaran NAFTA kedua di Mexico City.

 

Menurut Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) Robert Lighthizer bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Kanada Chrystia Freeland dan Menteri Ekonomi Meksiko Ildefonso Guajardo Villarreal, babakbabak perundingan yang dilalui itu sudah mencapai kemajuan signifikan di akhir putaran terakhir ini. Akan tetapi belum ada penjelasan yang disampaikan.

 

Sementara itu, kritik pedas yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump soal proteksionis serta serangkaian perdagangan terpisah atas tudingan pajak baru kayu lunak Kanada dan dumping pesawat terbang di AS telah menghilangkan niat baik warga Kanada.

 

“Kami tidak akan berbisnis dengan perusahaan yang sibuk untuk mencoba menuntut kami,” ujar Perdana Menteri  PM) Justin Trudeau.

 

Dia pun balik mengancam untuk membatalkan pembelian pesawat tempur dari produsen AS, Boeing, setelah pihak AS mengajukan keluhan perdagangan terhadap Bombardier dari Kanada.

 

Padahal kondisi perekonomian Kanada bersama Meksiko sudah terikat erat dengan AS melalui NAFTA selama 23 tahun terakhir. Namun, jajak pendapat Ekos Research yang dirilis pekan ini mengungkapkan bahwa 77% dari warga Kanada menginginkan pemerintahannya untuk meninggalkan perundingan itu, jika tidak tercapai kesepakatan yang baik bagi Kanada.

 

Kemudian pada saat yang bersamaan, firma konsultan KPMG dan Eurasia Group mendesak para pelaku bisnis untuk mulai menyusun rencana cadangan. Bahkan di awal pembahasan yang dilakukan pada Agustus 2017, Lighthizer menyebutkan bahwa NAFTA harus merevisi penjualan besar-besaran untuk memenuhi tujuan Trump, yaitu mengurangi deficit perdagangan bilateral dan melindungi lapangan kerja di AS.

 

Akan tetapi, koleganya di Kanada dan Meksiko juga telah menegaskan bahwa tetap menganggap pakta perdagangan bebas itu masih berhasil serta hanya ingin memodernisasi dan memperbaiki tanpa terbebani oleh tujuan-tujuan yang tidak masuk akal.

 

Ketiga pihak berharap bisa mencapai kesepakatan di akhir tahun ini. Namun, apabila mereka tidak dapat menunjukkan kemajuan dalam putaran ketiga ini, prospek untuk mencapai kesepakatan bisa terancam dengan kegiatan kampanye pemilihan presiden Meksiko pada Juli 2018.

 

Calon dari kubu populis sayap kiri, Andres Manuel Lopez Obrador, memimpin perolehan suara. Selain itu pada November 2018 dijadwalkan berlangsung pemilu paruh waktu di AS. “Akan sangat sulit bagi Pemerintah Meksiko untuk melakukan negosiasi saat pemilihan umum berjalan lancar,” kata Daniel Kerner, kepala kelompok Eurasia di Amerika Latin.

 

Sementara Carlo Dade dari jurusan ilmu global di University of Ottawa, berkomentar karena para mitra NAFTA saling mengenal satu sama lain, semua memperkirakan negosiasi dipercepat.

 

“Tapi batasan waktu yang diusulkan tidak akan pernah berhasil. Anda bisa melakukannya dengan cepat atau secara mendalam. Anda tidak bisa melakukan keduanya, kecuali mitra-mitra dagang lainnya gagal. Dan tidak ada yang mengira Kanada dan Meksiko tidak akan mundur,” jelas dia, seraya menambahkan negosiasi diprediksi berlanjut hingga 2019. (afp/pya)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN