Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala negosiator Uni Eropa (UE) Michel Barnier (tengah) memakai masker, sedang berada di pusat kota London untuk melanjutkan pembicaraan tentang kesepakatan perdagangan UE dan Inggris pada 28 November 2020. ( Foto: Daniel Leal-Olivas / AFP)

Kepala negosiator Uni Eropa (UE) Michel Barnier (tengah) memakai masker, sedang berada di pusat kota London untuk melanjutkan pembicaraan tentang kesepakatan perdagangan UE dan Inggris pada 28 November 2020. ( Foto: Daniel Leal-Olivas / AFP)

Perundingan Pasca-Brexit Berjalan Lagi

Senin, 30 November 2020 | 07:37 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Perundingan penentuan bagi ada atau tidaknya perjanjian perdagangan pasca-Brexit berjalan lagi pada Sabtu (28/11) waktu setempat. Kepala juru runding Uni Eropa (UE) Michel Barnier dan koleganya dari Inggris David Frost bertemu tatap muka lagi untuk pertama kalinya, sejak Barnier isolasi mandiri setelah anggota timnya positif Covid-19.

Bila perundingan ini gagal menghasilkan kesepakatan, Inggris dan UE akan berdagang berdasarkan aturan Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO). Yang berarti arus barang antara Inggris dan UE akan dikenai tarif.

Sejak keluar dari keanggotaan UE pada Januari 2020, praktis seperti itu lah Inggris sekarang berdagang dengan UE. Masa transisi ini akan selesai pada akhir tahun.

Jika tidak ada kesepakatan, bea cukai Eropa memiliki waktu lima pekan untuk menindaklanjuti perundingan soal kuota penangkapan ikan dan aturan perdagangan yang adil.

Kedua pihak akhir pekan lalu mengingatkan bahwa tidak ada jaminan perundingan langsung ini pun akan membuahkan hasil. Barnier mengatakan via Twitter, perbedaan-perbedaan signifikan dengan Inggris tetap belum terpecahkan.

“Kami saat ini antara ya atau tidak (mencapai kesepakatan),” ujar dia kepada para duta besar dari negara-negara anggota UE, seperti dikutip AFP.

Frost mengatakan bahwa masyarakat Inggris sudah mempertanyakan mengapa Inggris masih berunding juga dengan UE.

“Jawaban saya adalah itu sudah menjadi tugas saya untuk berusaha sekuat-kuatnya jika ada persyaratan bagi tercapainya kesepakatan. Memang sudah hampir terlambat tapi kesepakatan masih dimungkinkan. Saya akan terus berunding hingga sampai pada titik itu sudah tidak bisa lagi,” tutur Frost.

Skenario tanpa kesepakatan diperkirakan menimbulkan kekacauan ekonomi. Karena harus ada pemeriksaan bea cukai di semua perbatasan Eropa. Kekhawatiran terbesar saat ini adalah perbatasan antara Irlandia yang negara anggota UE dan Irlandia Utara yang bagian ari Inggris.

Penerapan pemeriksaan bea cukai di perbatasan itu dapat mengancam perdamaian, yang tercipta pada 1999 berdasarkan Perjanjian Jumat Agung.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN