Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor Daily

Investor Daily

Pilpres AS dalam Angka

Senin, 2 November 2020 | 06:40 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Pertarungan menuju kursi tertinggi di Gedung Putih dilaporkan terus memecahkan rekor-rekor dan hal-hal baru di 2020. Dari pemungutan suara dini, belanja iklan, dan lain-lain. Dilansir dari AFP pada Minggu (1/11), berikut ini pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020 dalam angka-angka:

- 3 -

3 November 2020: Ini lah tanggal pemilihan presiden AS, juga pertarungan memperebutkan kursi-kursi di Kongres, kontes memperebutkan kursi di Senat, serta beberapa pertarungan di tingkat negara bagian dan pemerintah daerah. Hari Pemilihan di AS ditetapkan pada hari Selasa setelah Senin pertama di bulan November.

- 10 -

10 Negara bagian kunci: Pertarungan menentukan dalam pilpres ini diperkirakan terjadi di 10 negara bagian, yang warganya cenderung bimbang dalam menentukan pilihan.

Negara bagian Pennsylvania, Wisconsin, Michigan, Florida, Iowa, dan Ohio menjadi penentu kemenangan Donald Trump pada pilpres 2016.

Sementara hasil-hasil survei sekarang menunjukkan Joe Biden dapat mengusik kekuatan elektoral Partai Republik di negara bagian Georgia, Arizona, Carolina Utara, dan Texas tahun ini.

- 35 + 435 -

Di samping memilih presiden, jutaan pemilih di AS juga akan memilih para anggota Kongres yang ke-117. Ada 35 kursi Senat yang akan diperebutkan dan 435 kursi di Dewan Perwakilan.

Partai Demokrat saat ini menguasai Dewan Perwakilan. Dan menurut para pengamat akan dapat dipertahankan pada pilpres ini.

Jika Biden terpilih sebagai presiden dan Demokrat juga berhasil menguasai Senat, Demokrat akan leluasa mengendalikan kekuasaan federal di Washington, untuk pertama kalinya sejak awal-awal pemerintahan Barack Obama.

- 270 -

Demokrasi di AS dieksekusi melalui mekanisme unik di tingkat nasional, yang disebut Electoral College.

Alih-alih suara mereka adalah untuk memilih langsung capres, rakyat AS sebenarnya memilih 538 elektor, yang mana mereka ini yang akan memilih presiden.

Untuk meraih kursi Gedung Putih, seorang capres harus merebut mayoritas absolut dari suara electoral itu. Sehingga 270 suara elektoral adalah angka magis yang harus direbut capres untuk memenangi pilpres.

Jumlah suara elektoral diberikan ke masing-masing negara bagian sesuai jumlah perwakilan yang berhasil mereka kirimkan ke Dewan Perwakilan plus dua senatornya. Jumlah perwakilan itu dibagi berdasarkan jumlah populasi negara bagiannya. Sedangkan jumlah senator dibagi rata masing-masing dua.

- 230.000.000 -

Ini adalah jumlah rakyat AS yang memiliki hak pilih dalam pilpres. Walaupun sering terjadi bahwa sebagian besar dari mereka tidak menggunakan hak pilihnya.

Tapi untuk pilpres 2020 ini, tingkat penggunaan hak pilih diperkirakan mencapai rekor tertinggi. Pemungutan suara dini sudah melampaui jumlah pada pilpres-pilpres sebelumnya. Banyak pemilih yang memilih untuk mengisi lebih awal surat suaranya, agar tidak perlu antre panjang pada Hari Pemilihan dan berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Hingga Jumat siang pekan lalu waktu setempat, hampir 84 juta orang sudah menggunakan hak pilihnya secara dini. Pada pilpres 2016, jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya di AS mencapai sekitar 138 juta.

- 6.600.000.000 -

Dana kampanye pilpres 2020 juga memecahkan rekor. Kedua kandidat sudah menghabiskan US$ 6,6 miliar. Menurut studi Center for Responsive Politics, jumlah tersebut lebih banyak US$ 2 miliar dari yang dihabiskan pada pertarungan antara Trump-Hillary Clinton empat tahun lalu.

Yang paling banyak menghabiskan dana kampanye itu adalah tim Biden. Negara-negara bagian kunci paling banyak digempur dengan iklan politik dari tim Biden.

Secara keseluruhan, lebih dari US$ 14 miliar dikeluarkan selama kampanye pemilu 3 November 2020. Lebih dari US$ 7 miliar di antaranya untuk pemilu Kongres.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN