Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berpartisipasi dalam acara townhall CNN di Teater Pabst, di Milwaukee, Wisconsin, pada 16 Februari 2021. ( Foto: Saul Loeb / AFP )
SAUL LOEB / AFP

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berpartisipasi dalam acara townhall CNN di Teater Pabst, di Milwaukee, Wisconsin, pada 16 Februari 2021. ( Foto: Saul Loeb / AFP ) SAUL LOEB / AFP

Presiden Biden Minta Rakyat Dukung Stimulus Covid US$ 1,9 Triliun

Kamis, 18 Februari 2021 | 05:57 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

MILWAUKEE, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meminta dukungan rakyat langsung untuk paket penyelamatan ekonomi senilai US$ 1,9 triliun yang diusulkan pemerintahannya. Biden melakukan itu dalam pertemuan ala rembug (townhall) warga yang disiarkan langsung CNN di Milwaukee, Wisconsin, Selasa (16/2) waktu setempat.

"Sekarang adalah waktu yang harus kita gunakan. Sekarang adalah waktu untuk melakukan yang besar," kata Biden kepada audiens di CNN, yang dikutip AFP.

Sementara Kongres AS masih berbenah usai drama sidang pemakzulan Donald Trump, Biden melakukan lawatan resmi pertama sebagai presiden dari Washington, untuk berbicara langsung kepada pemilih yang merupakan warga biasa.

Paket stimulus Biden itu akan dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya yang disahkan oleh Kongres. Dan paket sebelumnya itu baru disahkan, setelah perdebatan sengit, pada Desember tahun lalu.

Pemerintahan Biden menekankan bahwa suntikan dana besar-besaran, termasuk bantuan langsung US$ 1.400 kepada warga Amerika, penting untuk menghindarkan pemulihan ekonomi berjalan lamban.

Pengeluaran besar-besaran juga diklaim dibutuhkan untuk memacu pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Tantangan logistik, medis, dan keuangan untuk program vaksinasi tersebut mungkin akan menjadi fokus di seluruh masa jabatan pertama Biden.

Tetapi besarnya biaya stimulus, serta beberapa detail pengeluaran yang diusulkan, dilaporkan membuat sebagian besar anggota Partai Republik di Kongres skeptis.

Dukungan dari Daerah

Pilihan Biden ke Wisconsin untuk pertemuan rembug warga itu bukan lah kebetulan. Ia memenangi pertarungan di negara bagian tersebut dengan hanya 20.000 suara pada pilpres November 2020.

Situasi serupa diperkirakan terjadi lagi pada pemilu paruh waktu 2022 dan pilpres 2024.

Pada Kamis (18/2), dia dijadwalkan mengunjungi pabrik Pfizer di Kalamazoo, Michigan, tempat vaksin Covid-19 sedang diproduksi.

Pada Jumat (19/2), Biden akan melanjutkan penyampaian rancangan undang-undang (RUU) stimulus di panggung internasional, saat berpidato di depan pertemuan pemimpin G7 secara virtual dan Konferensi Keamanan Munich (MSC).

Perwakilan Gedung Putih mengatakan, Biden akan menekankan pentingnya semua negara industri menjaga dukungan ekonomi untuk pemulihan dan tindakan kolektif untuk membangun kembali dengan lebih baik.

Dengan mayoritas tipis di DPR dan Senat, Demokrat dapat mendorong melalui paket Biden tanpa Republikan sama sekali. Tetapi Biden juga bersikeras akan mencari solusi lintas partai. Jadi dia ingin meraih dukungan setidaknya beberapa anggota Republik.

Minggu lalu, Biden bertemu di Ruang Oval dengan sekelompok gubernur dan walikota dari Partai Demokrat dan Republik, untuk membahas paket bantuan Covid-19.

Sebagai pejabat lokal dan regional terjebak dalam konsekuensi dari krisis kesehatan dan ekonomi, mereka adalah audiens yang relatif reseptif. "Kalian semua berada di garis depan dan menghadapi krisis sejak hari pertama," kata Biden.

Sebagian Kecil

Di Wisconsin, ia berkukuh bahwa hanya sebagian kecil saja yang terpecah belah di AS. Ia mengatakan, AS tidak seterpecah belah yang dibayangkan.

Usahanya tampaknya membuahkan hasil setidaknya di antara pemilih, jika belum mendapat hasil dengan Partai Republik di Kongres.

Jajak pendapat Quinnipiac bulan ini menunjukkan hampir 70% warga Amerika mendukung paket stimulus itu. Sementara jajak pendapat CNBC melaporkan 64% yakin nilai tersebut cukup atau bahkan tidak cukup. Hanya 36% yang menjawab nilai stimulus terlalu berlebihan.

Biden sendiri berada pada pijakan yang kokoh dengan peringkat persetujuan rata-rata hampir 55%. Trump mungkin masih memegang cengkeraman kuat atas basis pemilih Republik, tetapi peringkat persetujuan rata-rata terakhirnya saat meninggalkan jabatan sangat kecil di angka 38,6%.

"Jika Anda melihat jajak pendapat, itu sangat konsisten. Sebagian besar orang Amerika menyukai apa yang mereka lihat dalam paket ini dan itu harus dicatat oleh anggota Kongres," ujar juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, Selasa.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN