Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar, Mohammed bin Abdulrahman al-Thani. ( Foto: KARIM JAAFAR / AFP )

Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar, Mohammed bin Abdulrahman al-Thani. ( Foto: KARIM JAAFAR / AFP )

Qatar Tidak Mau Tanggung Jawab Tanpa Kesepakatan Taliban

Rabu, 15 September 2021 | 08:47 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

DOHA, investor.id – Pemerintah Qatar memperingatkan pada Selasa (14/9), bahwa tidak akan bertanggung jawab atas operasional bandara di Kabul, Afghanistan tanpa adanya kesepakatan yang jelas dengan semua pihak yang terlibat, termasuk Taliban.

Seperti diketahui, otoritas Qatar telah menjadi perantara utama di Afghanistan pasca penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pada bulan lalu. Mereka juga membantu mengevakuasi ribuan warga negara asing dan Afghanistan, melibatkan penguasa baru Taliban dan mendukung operasional di bandara Kabul.

“Kami perlu memastikan bahwa semuanya ditangani dengan sangat jelas. Jika tidak, kami tidak dapat bertanggung jawab atas bandara (jika) semua hal ini tidak ditangani. Saat ini statusnya masih dalam negosiasi, karena kami memerlukan kesepakatan yang jelas bagi semua pihak, dan siapa yang akan mengurus bagian teknis, siapa yang akan mengurus aspek keamanan. Ada kemungkinan untuk kolaborasi dengan negara lain jika diperlukan, tetapi sampai saat ini diskusi baru di antara kami dan Turki dan Taliban,” demikian penjelasan Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani dalam konferensi pers yang dikutip AFP.

Sejak penarikan AS, pesawat Qatar Airways telah melakukan beberapa perjalanan ke Kabul, terbang dengan bantuan dan perwakilan Qatar serta mengangkut penumpang yang memegang paspor asing.

Pada Senin (13/9), sebuah maskapai Pakistan International Airlines dikabarkan mendarat di bandara Kabul. Hal ini sekaligus menandai penerbangan komersial internasional pertama sejak penarikan pasukan AS.

Pesawat itu kemudian melanjutkan penerbangan kembali ke Islamabad, Pakistan dengan membawa sekitar 70 penumpang di dalamnya. Menurut staf darat bandara, kebanyakan dari penumpang yang diangkut adalah warga negara Afghanistan yang merupakan kerabat dari staf organisasi internasional.

Sebagai informasi, Bandara Internasional Hamid Karzai diserbu setelah pasukan yang dipimpin AS menyelesaikan proses evakuasi yang kacau terhadap lebih dari 120.000 orang. Sejak itu, kelompok Taliban bergegas melanjutkan operasional dengan bantuan teknis dari Qatar dan negara-negara lain.

Maskapai Qatar Airways sendiri dilaporkan sudah mengoperasikan beberapa penerbangan carter dari Kabul pekan lalu, dengan membawa sebagian besar warga negara asing dan warga Afghanistan yang ketinggalan saat evakuasi lalu. Sebelumnya, sebuah maskapai penerbangan Afghanistan telah melanjutkan layanan domestik pada 3 September.

Tetapi dimulainya kembali penerbangan komersial reguler akan menjadi ujian utama bagi Taliban. Pasalnya, kelompok itu telah berulang kali berjanji mengizinkan warga Afghanistan dengan dokumen yang tepat untuk meninggalkan negara itu dengan bebas.

Pemerintah AS sendiri menarik pasukan terakhirnya dari Afghanistan pada 30 Agustus, sekaligus mengakhiri perang terpanjangnya tepat menjelang peringatan serangan 11 September 2001 yang memicu tindakan invasinya.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN