Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen saat berbicara dalam acara meja bundar virtual dengan peserta dari Black Chambers of Commerce pada 5 Februari 2021 di Washington, DC. ( Foto: Drew Angerer / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen saat berbicara dalam acara meja bundar virtual dengan peserta dari Black Chambers of Commerce pada 5 Februari 2021 di Washington, DC. ( Foto: Drew Angerer / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Regulator AS Pelajari Volatilitas Perdagangan

Sabtu, 6 Februari 2021 | 06:32 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Departemen Keuangan (Depkeu) Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/2) waktu setempat menyatakan bahwa para regulator pasar akan mempelajari volatilitas perdagangan yang sempat terjadi pekan lalu. Yang mana saham-saham seperti milik GameStop mengalami lonjakan.

Menteri Keuangan (Menkeu) AS Janet Yellen pekan ini bertemu para petinggi pengawas pasar untuk membahas volatilitas perdagangan baru-baru ini. Yang muncul karena pembelian yang dipicu media sosial, yakni atas saham yang dikurangi oleh dana lindung nilai atau hedge funds, termasuk toko video game GameStop yang sahamnya melonjak lebih dari 400% dalam sepekan sebelum turun tajam.

Meskipun tidak menyebutkan soal GameStop atau platform perdagangan ritel Robinhood, Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission/ SEC) akan merilis hasil studi tentang peristiwa tersebut secara tepat waktu.

Selain itu, SEC dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas atau Commodities Futures Trading Commission (CFTC) sedang melakukan kajian, apakah praktik perdagangan ini konsisten dengan perlindungan investor, dan pasar yang adil dan efisien. Demikian disampaikan Depkeu AS dalam pernyataan Kamis malam waktu setempat.

Sebelum pertemuan, Yellen menekankan perlu memastikan “pasar keuangan kita berfungsi dengan baik, efisien dan investor terlindungi. Demikian disampaikan dalam wawancara televisi pertamanya di ABC. Namun, dia tidak membuat komitmen dengan mengambil tindakan untuk mengekang perilaku apa pun yang terlibat.

Sebagai informasi, peristiwa yang sedang dalam kajian regulator pasar itu meletus ketika sekelompok investor kecil-kecilan di forum online Reddit bergabung untuk mencoba menggagalkan dana lindung nilai dengan membuat taruhan besar-besaran bahwa saham akan jatuh.

Taruhan besar-besaran tersebut meningkatkan gelombang pembelian harga-harga saham perusahaan yang kesulitan, termasuk GameStop dan jaringan bioskop AMC Entertainment. Tapi harga saham turun tajam saat hiruk pikuk mereda.

“Para regulator percaya infrastruktur inti tetap tangguh selama volatilitas tinggi, dan volume perdagangan yang besar,” ungkap Departemen Keuangan, yang dikutip AFP

Peristiwa tersebut menyebabkan beberapa aplikasi investor ritel seperti Robinhood – yang mengatakan tujuannya adalah untuk “mendemokratisasi keuangan untuk semua” - untuk membatasi perdagangan di beberapa saham yang paling tidak stabil minggu lalu, yang menarik kemarahan para kritikus.

Senator progresif AS Bernie Sanders dan Elizabeth Warren pun menyerukan tindakan terhadap apa yang mereka katakan sebagai pelanggaran Wall Street oleh hedge fund.

“Kami meminta SEC melakukan penyelidikan. Ini adalah permainan yang curang, dan itu adalah satu set pemain yang datang dan memanipulasi pasar,” kata Warren kepada CNN Sunday.

Logo toko retail video grame GameStop dan aplikasi perdagangan Robinhood di komputer dan di ponsel. ( Foto: Olivier Douliery / AFP )
Logo toko retail video grame GameStop dan aplikasi perdagangan Robinhood di komputer dan di ponsel. ( Foto: Olivier Douliery / AFP )

Pahami Dulu

Tapi Yellen berkata, pihaknya perlu memahami secara mendalam apa yang terjadi sebelum bertindak. Namun, peran Yellen masih terbatas pada pertemuan dan konsultasi karena Departemen Keuangan AS tidak memiliki yurisdiksi langsung atas aktivitas pasar saham, yang merupakan lingkup SEC dan CFTC.

Meski begitu, Yellen memiliki pengalaman panjang dengan masalah tersebut sebagai mantan gubernur The Federal Reserve dan anggota dewan selama bertahun-tahun. Ini karena bank sentral AS memantau semua aktivitas pasar keuangan untuk potensi risiko terhadap perekonomian.

Depkeu juga mengetuai Dewan Pengawas Stabilitas Keuangan (FSOC), yang memantau risiko keuangan untuk mengoordinasikan tindakan kebijakan yang lebih baik.

FSOC pun menyatukan SEC, CFTC dan regulator perbankan dan perumahan lainnya, serta Biro Perlindungan Keuangan Konsumen (CFPB).

Gejolak yang mendorong tinjauan tersebut tampaknya telah mereda dalam beberapa hari terakhir, di mana indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup dengan membukukan rekor pada Kamis. Saham GameStop yang dimulai 2020 pada kisaran US$ 5,88, dan melonjak menjadi hampir US$ 483 pada 28 Januari,ditutup melemah pada US$ 53,50.

AMC Entertainment juga mengalami perjalanan yang tidak terlalu ramai, dan ditutup US$ 7,09 setelah mencapai level tertinggi 52 minggu di angka US$ 20,36 pada pekan lalu.

Di sisi lain, Yellen harus menerima pengabaian dari para pengacara etik di Departemen Keuangan untuk mengadakan diskusi tentang aktivitas pasar, karena dia telah menerima ongkos bicara atau speaking fees sedikitnya US$ 700.000 dari hedge fund Citadel, sebagai pemain kunci dalam peristiwa GameStop. Demikian menurut laporan media AS.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN