Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bendera Uni Eropa terlihat berkibar di luar markas Komisi Eropa di Brussels, Belgia, pada 25 Desember 2020. ( Foto: Fran

Bendera Uni Eropa terlihat berkibar di luar markas Komisi Eropa di Brussels, Belgia, pada 25 Desember 2020. ( Foto: Fran

Resesi Ganda di Zona Euro Tak Terhindarkan

Sabtu, 23 Januari 2021 | 07:13 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BRUSSELS, investor.id – Resesi ganda tidak terhindarkan lagi karena kegiatan bisnis di kawasan zona euro melambat dengan cepat pada Januari tahun ini. Karena pandemi virus corona Covid-19 terus menghantam perekonomian. Demikian menurut hasil survei kunci yang diumumkan pada Jumat (22/1).

Catatan Purchasing Managers' Index (PMI) yang disusun IHS Markit itu dianggap sebagai indikator awal dari keadaan ekonomi, dan indeks terbaru yang memastikan kekhawatiran bahwa krisis virus corona yang sudah berlangsung setahun ini masih kuat.

“Resesi ganda pada ekonomi zona euro tampak semakin tak terelakkan karena aturan pembatasan Covid-19 yang lebih ketat berdampak pada bisnis pada Januari,” ujar Chris Williamson, kepala ekonom bisnis dari IHS Markit, yang dilansir AFP.

Dia menambahkan, bahwa ini berarti perekonomian 19 negara yang menggunakan mata uang tunggal – yang didominasi oleh Jerman dan Prancis – akan tenggelam kembali ke dalam resesi setelah pemulihan Eropa yang sangat singkat selama musim panas.

Catatan PMI dilaporkan mengalami penurunan dari 49,1 poin pada Desember tahun lalu menjadi 47,5% pada bulan ini, semakin jauh dari ambang batas 50 poin yang mengindikasikan ekspansi pertumbuhan.

Namun Williamson mencatat bahwa awal yang buruk di 2021 tidak akan terlalu merusak dibandingkan dengan keruntuhan ekonomi yang terlihat pada gelombang pertama pandemi tahun lalu.

“Hal itu disebabkan oleh ketahanan relatif manufaktur yang sedang berlangsung, meningkatnya permintaan untuk barang-barang ekspor dan tindakan penguncian yang rata-rata kurang ketat dibandingkan tahun lalu,” ungkap dia.

Perbedaan antara Prancis dan Jerman pun sangat mencolok. Pasalnya, ekspor Jerman berhasil mempertahankan negaranya dalam lintasan pertumbuhan, sementara aktivitas bisnis Prancis merosot.

Sedangkan situasi negara lain di zona euro, yang menyumbang sedikit lebih dari setengah ekonomi blok itu, bahkan lebih buruk. “Yang mengkhawatirkan, lapangan kerja di seluruh zona euro turun selama sebelas bulan berturut-turut, meskipun dengan sedikit kenaikan di Prancis dan Jerman,” kata IHS Markit.

Gambaran suram tersebut memastikan peringatan yang dikeluarkan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde yang melihat bahwa “risiko serius” masih membayangi ekonomi zona euro. Banyak yang menumpukan harapan pada distribusi vaksin Covid untuk membuka kembali ekonomi. Tetapi kampanye vaksinasi di UE berjalan lebih lambat dari yang diharapkan.

“Peluncuran vaksin telah menanamkan tingkat kepercayaan yang kuat, tetapi peningkatan jumlah kasus virus baru-baru ini telah menyebabkan kemunduran sejumlah optismistis,” tambah Williamson.

IHS Markit juga membukukan hasil survei yang mengkhawatirkan untuk Inggris, pada Jumat, di mana aktivitasnya dilaporkan turun dari ekspansi moderat pada Desember ke level terendah 40,6 poin pada Januari. Negara, yang meninggalkan pasar tunggal UE pada 1 Januari, telah mengalami serangkaian karantina yang berdampak merusak karena penyebaran varian baru dari virus corona yang lebih menular.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN