Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa Eropa. Foto AFP

Ilustrasi bursa Eropa. Foto AFP

Saham Eropa Konsolidasi Setelah Cetak Rekor

Sabtu, 10 April 2021 | 09:35 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Indeks Saham Eropa ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (10/4/2021) waktu setempat, konsolidasi setelah menyentuh rekor tertinggi di hari sebelumnya.

Pan-European Stoxx 600 ditutup di atas garis datar. Sektor telekomunikasi melemah 0,7%, sedangkan saham perawatan kesehatan naik 0,7%.

Di Wall Street, reli saham berlanjut dengan S&P 500 dan Dow kembali mencetak rekor tertinggi baru, semalam. Bursa saham AS menutup minggu dengan kenaikan solid.

Komentar dovish bank sentral AS, Federal Reserve membantu meningkatkan sentimen. Ketua Fed Jerome Powell menyebut pemulihan ekonomi "tidak merata," menandakan bahwa kebijakan moneter akan tetap longgar sampai pemulihan stabil.

Sementara volatilitas pasar telah menurun karena S&P 500 terus menguat mencetak rekor tertingginya.

Dalam berita perusahaan, grup infrastruktur Spanyol ACS menyatakan minatnya mengambil alih saham di unit jalan raya Atlantia, konglomerat Italia.

Sementara penolakan vaksin AstraZeneca terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Terbaru, Australia, Filipina, dan Uni Afrika tidak jadi menggunakan vaksin asal Inggris itu karena kekhawatiran pembekuan darah, meskipun ada kekurangan global.

Dari data, output industri Jerman pada Februari turun 1,6% dari bulan sebelumnya, Kantor Statistik Federal mengungkapkan Jumat. Angka ini jauh di bawah perkiraan konsensus naik 1,5%.

Di puncak Stoxx 600, produsen pelumas Jerman Fuchs Petrolub naik 4,8% setelah Baader Bank meningkatkan rekomendasi dari "jual" menjadi "beli".

Start-up pengiriman makanan Inggris Deliveroo, turun 9,8% menambah kerugian perusahaan setelah penawaran umum perdana (IPO) minggu lalu

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN