Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para pegawai yang bekerja di kantor pusat produsen semikonduktor terbesar di dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company TSMC, di Hsinchu pada 29 Januari 2021. ( Foto: Sam Yeh / AFP )

Para pegawai yang bekerja di kantor pusat produsen semikonduktor terbesar di dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company TSMC, di Hsinchu pada 29 Januari 2021. ( Foto: Sam Yeh / AFP )

Saham TSMC Melonjak Karena Estimasi Laba dan Ekspansi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 06:12 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

TAIPEI, investor.id - Saham raksasa microchip Taiwan, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) melonjak pada Jumat (15/10). Kenaikan tersebut dipicu laba yang lebih baik dari perkiraan untuk sisa tahun ini, menyusul pengumuman rencana membangun pabrik pertamanya di Jepang.

Dunia berada di tengah-tengah kekurangan pasokan microchip silikon yang digunakan dalam segala hal, mulai dari mobil, rudal, telepon seluler, dan konsol game.

TSMC mengoperasikan pabrik lempeng wafer silikon terbesar di dunia dan menghasilkan beberapa mikrochip terkecil dan paling canggih.

Pada Kamis (14/10), raksasa teknologi itu mengatakan pihaknya memperkirakan pendapatan sebesar US$ 15,7 miliar untuk kuartal IV-2021 yang lebih tinggi dari perkiraan analis. Penjualan didorong permintaan chip tetap kuat.

Laba bersih pada kuartal III-2021 naik 14% melebihi perkiraan, menjadi US$ 5,6 miliar. Berita itu menarik perhatian investor, dengan harga saham TSMC naik 4,7% di Taipei.

Pabrik TSMC sudah beroperasi dengan kapasitas penuh dan perusahaan memperingatkan produksi kemungkinan akan tetap diperpanjang tahun depan.

"Kami berharap kapasitas TSMC tetap sangat ketat pada 2021 dan sepanjang 2022," kata CEO TSMC, CC Wei pada Jumat (15/10), yang dikutip AFP.

Ia menambahkan bahwa meskipun ketidakseimbangan jangka pendek mungkin atau tidak berlanjut, pihaknya yakin keunggulan teknologi perusahaan akan mampu untuk memenuhi semua permintaan.

Dengan begitu banyak produksi TSMC terkonsentrasi di Taiwan, banyak negara telah merayunya untuk membangun pabrik pengecoran di wilayah mereka.

Perusahaan telah mengucurkan dana miliaran dolar untuk membangun pabrik pengecoran canggih di Arizona. Namun, pada Kamis pihaknya mengatakan akan membangun pabrik pertamanya di Jepang.

Pengerjaannya akan dimulai tahun depan dan sebagian dibiayai oleh pemerintah Jepang, dengan harapan pabrik akan mulai memproduksi chip pada akhir 2024.

Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengatakan pada konferensi pers, Kamis bahwa kesepakatan itu akan meningkatkan kemandirian industri semikonduktor Jepang dan berkontribusi besar terhadap keamanan ekonomi negara tersebut.

"Kami akan menambahkan dukungan untuk investasi swasta skala besar TSMC ke rencana ekonomi kami," tambah Kishida.

Harian Asahi melaporkan pada Jumat bahwa pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan dukungan keuangan yang bernilai 500 miliar yen (US$ 4,4 miliar) untuk rencana pabrik.

Bantuan itu kemungkinan akan menjadi bagian dari anggaran tambahan tahun fiskal ini, kata surat kabar itu. Pihaknya menambahkan perusahaan seperti Sony dan produsen suku cadang mobil Denso dapat bekerja sama dalam operasi TSMC di Jepang.

Secara global, kekurangan pasokan chip telah melanda berbagai industri, terutama komputer, ponsel pintar, bahkan produsen mobil.

Penjualan mobil baru Eropa turun ke level terendah selama satu bulan pada September sejak 1995, ketika kekurangan pasokan semikonduktor secara global mencapai pasokan, jelas data industri.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN