Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Surat kabar Inggris memperlihatkan foto Perdana Menteri Boris Johnson di halama depan yang memerintahkan pembatasan baru virus corona Covid-19 yang lebih ketat untuk London dan Inggris Tenggara, serta melarang kerumunan saat Natal. ( Foto: Paul Ellis / AFP )

Surat kabar Inggris memperlihatkan foto Perdana Menteri Boris Johnson di halama depan yang memerintahkan pembatasan baru virus corona Covid-19 yang lebih ketat untuk London dan Inggris Tenggara, serta melarang kerumunan saat Natal. ( Foto: Paul Ellis / AFP )

Seberapa Mengkhawatirkan Varian Baru Virus Corona

Selasa, 22 Desember 2020 | 07:26 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON – Varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang menyebar cepat di Inggris telah memicu kekhawatiran tinggi di Eropa dan sejumlah negara di dunia, seperti dilansir Reuters pada Senin (21/12).

Sebagian pakar menyebut turunan Covid-19 ini dengan nama B.1.1.7 dan bukan merupakan varian baru yang pertama yang muncul dari virus penyebab pandemi global setahun terakhir ini. Tapi disebutkan 70% lebih mudah menyebar dibandingkan varian dominan sebelumnya di Inggris.

Beralasan

Sebagian besar ilmuwan menyebut kekhawatiran yang ditimbulkannya beralasan. Karena penyebaran cepatnya di wilayah selatan Inggris berkaitan dengan naiknya jumlah pasien yang harus dirawat. Khususnya di London dan kota kecil bersebelahan, Kent.

Walaupun pertama kali muncul di Inggris pada September 2020, tapi pada pekan yang berakhir 9 Desember 2020, 62% dari kasus baru Covid-19 di London berasal dari varian baru ini. Dibandingkan 28% pada tiga minggu sebelumnya.

Varian baru ini juga dilaporkan sudah terdeteksi kemunculnnya di Australia, Italia, dan Belanda. Di Belanda teridentifikasinya pada awal Desember 2020.

Beberapa kasus baru Covid-19 yang berasal dari varian baru ini juga dilaporkan muncul di Islandia dan Denmark. Begitu pula dengan di Belgia.

Cepat Menyebar

Kekhawatiran utama dari varian baru ini adalah jauh lebih cepat menyebar dibandingkan varian aslinya. Varian baru ini memiliki 23 kode genetik, yang terbilang tinggi, dan sebagian di antaranya yang berpengaruh terhadap kecepatannya menyebar.

Para ilmuwan mengatakan varian baru ini 40%-70% lebih cepat menyebar. Pemerintah Inggris akhir pekan lalu menaikkan tingkat reproduksinya sebesar 0,4. Yang artinya menyebar lebih cepat di Inggris sehingga pandeminya menjadi lebih sulit dikendalikan dan berpotensi menyebar cepat pula ke negara-negara lain.

Vaksin yang Sekarang

Para ilmuwan mengatakan belum ada bukti bahwa vaksin Covid-19 yang sekarang sudah diberikan di Inggris, yakni buatan Pfizer-BioNTech, maupun vaksin-vaksin Covid-19 lainnya tidak akan memberi perlindungan terhadap varian baru ini.

Kepala penasihat keilmuan Inggris Patrick Vallance mengatakan, vaksin-vaksin Covid-19 yang sudah ada akan cukup mampu menghasilkan respons imun terhadap varian baru virus corona tersebut.

Pengujian

Kemunculan varian baru ini dalam beberapa hal dapat memengaruhi pengujian Covid-19. Salah satu mutasi dalam varian baru itu mempengaruhi satu dari tiga genom yang menjadi target dari beberapa uji PCR.

Yang berarti area target dalam tes-tes tersebut dapat memunculkan hasil negatif. Tapi karena uji PCR mendeteksi lebih dari satu target genus, mutasi dalam protein luar virus itu hanya memengaruhi sebagian tes, sehingga mengurangi kemungkinan hasil negatif palsu.

Varian Lainnya

Varian-varian lain dari Covid-19 dilaporkan sudah muncul dalam beberapa bulan ini di Afrika Selatan, Spanyol, Denmark, dan beberapa negara lain. Tapi sejauh ini diketahui tidak mengandung mutasi-mutasi yang lebih mematikan atau lebih mungkin untuk mengelak dari vaksin atau obat-obatan.

Asal Varian

Vallance pada Sabtu (19/12) berpendapat bahwa varian baru tersebut kemungkinan muncul pertama kali di Inggris. Sebagian ilmuwan di Eropa memuji kalangan pakar dalam pengawasan genom di Inggris karena berhasil mengidentifikasi mutasi tersebut.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN