Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Delapan kandidat direktur jenderal (dirjen) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dari kiri ke kanan: mantan ketua dewan umum WTO
Amina Mohamed (Kenya); mantan diplomat Mesir Hamid Mamdouh;  Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel) Yoo Myung Hee; mantan menteri ekonomi Arab Saudi Mohammed al-Tuwaijri; mantan wakil direktur jenderal WTO Jesus Seade (Meksiko); mantan menteri luar negeri Moldova Tudor Ulianovschi; mantan menteri luar negeri dan keuangan Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala; dan Menteri Perdagangan Internasional Inggris pasca Brexit Liam Fox. ( Foto: FABRICE COFFRINI / AFP )

Delapan kandidat direktur jenderal (dirjen) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dari kiri ke kanan: mantan ketua dewan umum WTO Amina Mohamed (Kenya); mantan diplomat Mesir Hamid Mamdouh; Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel) Yoo Myung Hee; mantan menteri ekonomi Arab Saudi Mohammed al-Tuwaijri; mantan wakil direktur jenderal WTO Jesus Seade (Meksiko); mantan menteri luar negeri Moldova Tudor Ulianovschi; mantan menteri luar negeri dan keuangan Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala; dan Menteri Perdagangan Internasional Inggris pasca Brexit Liam Fox. ( Foto: FABRICE COFFRINI / AFP )

Seleksi Dirjen WTO Sisakan 5 Kandidat

Sabtu, 19 September 2020 | 07:48 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JENEWA, investor.id – Proses seleksi untuk memilih direktur jenderal (dirjen) Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) telah menyusut dari delapan menjadi lima kandidat pada Jumat (18/9). Menurut sumber diplomatik, di antara lima kandidat yang lolos tahap konsultasi ada tiga orang wanita.

Adapun kandidat wanita yang lolos terdiri atas Amina Mohamed dari Kenya, Ngozi Okonjo-Iweala dari Nigeria, dan Yoo Myung-hee dari Korea Selatan (Korsel), ditambah dengan dua kandidat pria yakni Liam Fox dari Inggris dan Mohammed Al-Tuwaijri dari Arab Saudi. Demikian disampaikan oleh beberapa sumber diplomatik pada Jumat kepada AFP.

Eliminasi ini terjadi setelah WTO dalam beberapa hari terakhir menyelenggarakan tahapan konsultasi – atau dikenal degan proses “pengakuan” – dengan ke-164 negara anggota untuk menentukan mana dari delapan negara pertama yang paling mungkin mengumpulkan jumlah konsensus yang dibutuhkan.

Alhasil, tiga kandidat yang memperoleh dukungan paling sedikit yakni Jesus Saede Kuri dari Meksiko, Tudor Ulianovschi dari Moldova, dan Abdel-Hamid Mamdouh dari Mesir. Ketiganya kemudian dicoret dari daftar pencalonan.

Sebelumnya belum ada seorang wanita maupun warga negara Afrika yang pernah memimpin WTO.

Walau tidak ada persyaratan untuk melakukan rotasi wilayah dalam memilih dirjen WTO. Tetapi ada seruan supaya pada akhirnya ada yang berasal dari Afrika, yang mencoba untuk menjalankan organisasi itu. Pasalnya sejak WTO didirikan pada 1995, tercatat tiga direktur jenderal yang memimpin dari Eropa, dan masing-masing dari Oseania, Asia dan Amerika Selatan berturut-turut.

Walau WTO telah menentukan garis waktu untuk memilih pemenang dalam beberapa bulan. Meningkatnya politisasi di dalam WTO telah membuat sistem pengambilan keputusan berbasis konsensus di bawah tekanan. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa proses pemilihan dirjen WTO baru bisa memakan waktu lebih lama dari November, sesuai dijadwalkan.

Di sisi lain, WTO telah terjebak di tengah ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok, serta sudah berulang kali menerima kecaman dari Presiden Donald Trump sehingga berujung pada lumpuhnya sistem banding penyelesaian sengketa WTO, dan ancaman AS untuk keluar dari organisasi itu.

Dan saat ini, WTO – yang selama beberapa bulan tanpa pemimpin – masih berjuang untuk membantu negara anggotanya menavigasi kemerosotan ekonomi global parah yang dipicu oleh pandemi virus corona Covid-19.

Sebagai informasi, WTO dilaporkan ibarat kapal yang sedang terombang-ambing di lautan tanpa seorang kapten dan tanpa ada daratan yang terlihat. Pasalnya, Roberto Azevedo telah mengundurkan diri dari kursi dirjen pada 31 Agustus, dan membuat lembaga internasional ini terpaksa melewati krisis tanpa ada yang memimpin. Situasi tersebut, dikatakan oleh para ahli, bakal berlangsung berlarut-larut selama berbulan-bulan.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN