Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gelombang tsunami melewati bagian atas dinding laut mengalir menuju pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi TEPCO, di kota Okuma di prefektur Fukushima, pada 11 Maret 2011. ( Foto: Handout / TOKYO ELECTRIC POWER COMPANY (TEPCO) / JIJI PRESS / AFP )

Gelombang tsunami melewati bagian atas dinding laut mengalir menuju pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi TEPCO, di kota Okuma di prefektur Fukushima, pada 11 Maret 2011. ( Foto: Handout / TOKYO ELECTRIC POWER COMPANY (TEPCO) / JIJI PRESS / AFP )

Setop Pakai Nuklir, Jerman Beri Kompensasi 2,4 M Euro

Sabtu, 6 Maret 2021 | 07:11 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BERLIN, investor.id – Pemerintah Jerman akan memberikan uang kompensasi sejumlah 2,4 miliar euro (US$ 2,9 miliar) kepada perusahaan-perusahaan energi besar. Setelah otoritas terkait memutuskan untuk menghentikan penggunaan energi nuklir, menyusul bencana di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima di Jepang pada 2011.

Menurut laporan, pada akhir 2022 Pemerintah Jerman akan mencapai target untuk sepenuhnya menghapus pemakaian tenaga nuklir. Ketetapan ini diambil oleh Kanselir Angela Merkel pasca peristiwa gempa bumi dan tsunami mematikan, yang menyebabkan kehancuran di PLTN Fukushima, Jepang.

Dalam pernyataan itu, pihak berwenang akan membayar kompensasi 2,43 miliar euro kepada empat perusahaan, yang semuanya mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir di Jerman.

“Pemerintah telah mencapai kesepakatan dengan EnBW, E.ON / PreussenElektra, RWE dan Vattenfall,” ujar Kementerian Lingkungan, Keuangan dan Ekonomi Jerman dalam pernyataan bersama, pada Jumat (5/3), yang dilansir AFP.

Perusahaan-perusahaan menyambut baik kesepakatan itu pada Jumat. Salah satu perusahaan, RWE menyatakan bahwa perjanjian ini menjadi langkah menuju kepastian hukum bagi semua pihak.

Pembayaran – yang disepakati setelah pertarungan hukum yang panjang dengan pemerintah – akan mencakup biaya listrik yang seharusnya diproduksi oleh perusahaan, dan investasi yang telah perusahaan -perusahaan tersebut lakukan sebelum Jerman memutuskan keluar dari pemakaian nuklirnya pada 2011.

“Perjanjian tersebut tidak berdampak pada keluar dari tenaga nuklir. Ini masih merupakan kasus bahwa pembangkit nuklir terakhir Jerman akan ditutup paling lambat akhir tahun 2022,” tambah pernyataan itu.

Dapat Diterima

Di sisi lain, rencana pemerintah tersebut disambut dukungan publik yang luas. Jerman sendiri memiliki gerakan anti-nuklir yang kuat, yang pertama dipicu oleh ketakutan akan konflik Perang Dingin dan bencana nuklir, seperti pada insiden Chernobyl dan Fukushima.

Namun tetap saja, rencana itu mewakili perubahan-perubahan dramatis dari kaum konservatif Merkel yang berkuasa. Pasalnya, beberapa bulan sebelumnya mereka telah setuju untuk memperpanjang umur pemakaian pembangkit listrik tertua di Jerman.

Sebagai informasi, banyak perusahaan listrik yang kecewa dengan pemakaian nuklir dan langsung mengajukan menggugat. Dalam perjalanan pengadilan, perusahaan-perusahaan itu memenangkan perintah pengadilan untuk memperoleh kompensasi pemerintah.

Pada 2018, Jerman sempat menetapkan persyaratan pembayaran yang akan mencapai ratusan juta euro. Namun diminta untuk direvisi oleh pengadilan tertinggi Jerman pada 2020.

Terkait putusan atas kasus yang diajukan oleh kelompok Swedia Vattenfall, pihak pengadilan konstitusional mengatakan rencana itu adalah hal yang tidak masuk akal. Ini karena mengharuskan perusahaan-perusahaan energi membuat perubahan untuk menghindari tenaga nuklir terlebih dahulu sebelum mengetahui berapa banyak kompensasi yang akan mereka terima.

Dalam pernyataan Jumat, Jerman menyatakan bahwa isi perjanjian terbaru akan menghentikan semua sengketa hukum dan mewajibkan perusahaan energi untuk tidak membawa kasus lebih lanjut.

Pihak Vattenfall pun telah mengonfirmasi akan mencabut kasusnya, dengan mengatakan bahwa kesepakatan Jumat adalah penerapan keputusan pengadilan konstitusional yang konservatif tetapi dapat diterima.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN