Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Beberapa jenis koin kripto. Foto ilustrasi: IST

Beberapa jenis koin kripto. Foto ilustrasi: IST

Singapura Keluarkan Pedoman Cegah Masyarakat Bertransaksi Kripto

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:24 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Monetary Authority of Singapore (MAS) atau Otoritas Moneter Singapura mengeluarkan pedoman yang bertujuan membatasi penyedia layanan perdagangan mata uang kripto (cryptocurrency) untuk mempromosikan layanan mereka kepada masyarakat umum.

Langkah yang dikeluarkan bank sentral Singapura pada Senin (17/1) merupakan bagian dari upaya untuk melindungi para investor ritel dari potensi risiko.

Singapura adalah lokasi yang populer bagi perusahaan-perusahaan mata uang kripto karena peraturan dan lingkungan operasi yang relatif jelas, juga merupakan salah satu pelopor secara global dalam mengembangkan kerangka kerja lisensi formal.

Tetapi otoritas negara-kota itu telah berulang kali memperingatkan bahwa perdagangan token pembayaran digital (digital payment tokens/DPT), atau mata uang kripto ,sangat berisiko dan tidak cocok bagi kalangan masyarakat umum.

Ini mengingat pergerakan kripti mengikuti irama spekulatif yang tajam. Pedoman baru itu pun semakin memperjelas harapan MAS, bahwa perusahaan tidak boleh terlibat dalam pemasaran atau periklanan layanan DPT di area publik di Singapura atau melalui keterlibatan pihak ketiga, seperti para pemberi pengaruh (influencer) media sosial, dengan tujuan mempromosikan layanan DPT kepada masyarakat umum.

Disebutkan dalam pedoman, perusahaan hanya dapat memasarkan atau beriklan di situs web perusahaan, aplikasi seluler atau akun media sosial resmi mereka sendiri. Menurut MAS, pihaknya telah menerima sekitar 180 pengajuan izin untuk menyediakan layanan DPT, di mana lima di antaranya telah diberikan persetujuan prinsip. Tetapi dari total yang mengajukan, sebanyak 60 telah menarik permohonan izin dan tiga lainnya telah ditolak. Bahkan bank sentral Singapura sendiri tidak mengungkapkan status pengajuan izin lainnya. (sumber lain)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN