Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Orang-orang mengenakan masker saat berjalan melewati toko ritel pakaian di sepanjang pusat perbelanjaan Orchard di Singapura, pada 18 Juni 2020. ( Foto: ROSLAN RAHMAN / AFP )

Orang-orang mengenakan masker saat berjalan melewati toko ritel pakaian di sepanjang pusat perbelanjaan Orchard di Singapura, pada 18 Juni 2020. ( Foto: ROSLAN RAHMAN / AFP )

Singapura Memperluas Skema Kedatangan Tanpa Karantina

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:13 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

SINGAPURA, investor.id – Para pengunjung yang telah divaksinasi penuh dari delapan negara akan dapat memasuki Singapura tanpa karantina mulai Selasa (19/10). Pemerintah pusat bisnis tersebut mulai melonggarkan pembatasan dan bersiap untuk hidup berdampingan dengan virus corona Covid-19.

Negara-kota itu awalnya memerangi pandemi dengan menutup perbatasan, melakukan penguncian dengan berbagai intensitas, dan pelacakan kontak yang agresif. Tetapi dengan lebih dari 80% populasi telah divaksinasi penuh, pihak berwenang di pusat penerbangan global tersebut ingin menghidupkan kembali ekonomi.

Mereka membuka jalur perjalanan untuk penumpang yang divaksinasi dari Brunei Darussalam dan Jerman pada September 2021. Kemudian pihaknya akan memperluas skema tersebut mulai Selasa untuk delapan negara asal lainnya, yakni Inggris, Kanada, Denmark, Prancis, Italia, Belanda, Spanyol, dan Amerika Serikat (AS). Jalur penerbangan dengan Korea Selatan (Korsel) akan dimulai pada 15 November 2021.

Berdasarkan kebijakan tersebut, penumpang tidak perlu dikarantina jika telah divaksinasi dan diuji negatif secara lengkap untuk virus corona sebelum mereka berangkat dan pada saat kedatangan.

"Singapura tidak bisa terus dikunci dan ditutup tanpa batas waktu," kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada 9 Oktober lalu 2021, ketika ia mengumumkan serangkaian tindakan di bawah strategi "Hidup dengan Covid-19", yang dikutip AFP.

Lee menunjuk virus corona  varian Delta sebagai faktor. "Varian Delta sangat menular dan telah menyebar ke seluruh dunia. Bahkan dengan seluruh populasi divaksinasi, kita masih tidak akan bisa membasminya. Hampir setiap negara telah menerima kenyataan ini," katanya saat itu.

Selain fokus pada perawatan di rumah untuk kasus domestik ringan dan tanpa gejala, Lee mengatakan Singapura perlu melanjutkan perjalanan internasional.

Negara-kota tersebut adalah rumah bagi kantor regional ribuan perusahaan multi-nasional, yang mengandalkan status Singapura sebagai hub bisnis dan penerbangan untuk operasi mereka.

"Kita harus terus membuka kembali perbatasan kita dengan aman. Perusahaan dan investor perlu melakukan bisnis regional dan global dari Singapura. Orang yang bekerja untuk mereka perlu bepergian untuk mencari nafkah," jelas Lee.

Sementara itu, keberhasilan proyek jalur vaksinasi Singapura dinilai dapat meningkatkan pemulihan industri penerbangan global yang terkena dampak pandemi.

"Kami berharap tindakan positif yang diambil oleh Singapura akan memacu pasar lain untuk bernavigasi dengan cara yang sama menuju jalur memulai kembali perjalanan udara," ungkap Philip Goh, wakil presiden Asia-Pasifik di kelompok industri penerbangan IATA.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN