Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Starbucks Coffee

Starbucks Coffee

Starbucks Keluar Usaha Patungan Bernilai US$ 2 Miliar

Rabu, 28 Juli 2021 | 06:49 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

SEOUL, investor.id - Starbucks keluar dari usaha patungannya di Korea Selatan (Korsel), pasar terbesar kelima bagi raksasa kopi Amerika Serikat (AS) tersebut. Waralaba kopi tersebut menjual sebagian sahamnya untuk mitra lokal E-Mart dan sisanya untuk pengelola dana asal Singapura, GIC.

E-Mart, salah satu peritel terbesar di Korsel yang saat ini memiliki setengah dari usaha patungan, akan membeli tambahan 17,5% saham senilai US$ 411 juta. Perusahaan itu akan mengoperasikan jaringan toko-toko Starbucks. Sementara GIC akan memiliki 32,5% saham sisanya.

Pernyataan keterbukaan itu membuat nilai bisnis patungan ini mencapai US$ 2,35 miliar dan GIC akan membayar lebih dari US$ 700 juta untuk sahamnya.

GIC menolak mengomentari nilai kesepakatan. Starbucks mengatakan kesepakatan itu diharapkan akan selesai dalam 90 hari ke depan. "Korea Selatan terus menjadi pasar penting bagi Starbucks," Michael Conway, presiden grup Starbucks untuk pengembangan internasional dan saluran, dalam sebuah pernyataan, Selasa (27/7) yang dikutip AFP.

Dengan lebih dari 1.500 toko di 78 kota, laba operasional Starbucks Coffee Korea melonjak hampir tiga perempat menjadi 45,4 miliar won (US$39,5 juta) pada Januari hingga Maret. Tahun lalu, di tengah pembatasan pandemi, pendapatan turun 6% dari angka 2019.

Starbucks Korea, tidak bersedia berkomentar mengapa raksasa kopi AS tersebut setuju untuk melepaskan sahamnya di negara Asia Timur. Seorang juru bicara Starbucks yang berbasis di Hong Kong tidak dapat segera dihubungi.

"Starbucks dan E-Mart telah melakukan banyak percakapan tentang bagaimana kami dapat terus mengembangkan merek Starbucks di pasar, yang mengarah pada keputusan ini," ujar TJ Hyung, Wakil Presiden Eksekutif E-Mart.

Ia mengoperasikan jaringan nasional dengan lebih dari 160 hypermarket, toko diskon, dan toko khusus lainnya.

E-Mart, beserta Shinsegae Group induknya, telah memanfaatkan gangguan yang disebabkan oleh pandemi di industri e-commerce Asia untuk membeli beberapa bisnis.

Seorang juru bicara Shinsegae mengatakan Starbucks Coffee Korea akan terus berada dalam perjanjian lisensi dengan Starbucks, seperti yang terjadi ketika itu berupa usaha patungan antara Starbucks dan Shinsegae Group.

E-Mart mengatakan bulan lalu akan membeli sebagian besar bisnis EBay Korea Selatan seharga US$ 3 miliar. Sementara afiliasi Shinsegae yang lain, SSG.COM, membeli pusat perbelanjaan daring seharga 265 miliar won pada April.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN