Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja bersiap memuat gandum ke dalam kendaraan pelanggan di pasar grosir gandum Ghaziabad, India pada 17 Mei 2022. Amerika Serikat berharap India akan membatalkan keputusannya untuk melarang ekspor gandum, yang akan memperburuk kekurangan komoditas secara global, kata diplomat tinggi AS untuk PBB. (FOTO: PRAKASH SINGH / AFP)

Pekerja bersiap memuat gandum ke dalam kendaraan pelanggan di pasar grosir gandum Ghaziabad, India pada 17 Mei 2022. Amerika Serikat berharap India akan membatalkan keputusannya untuk melarang ekspor gandum, yang akan memperburuk kekurangan komoditas secara global, kata diplomat tinggi AS untuk PBB. (FOTO: PRAKASH SINGH / AFP)

Tak Hanya Indonesia, Sejumlah Negara Ini Juga Larang Ekspor Pangan

Rabu, 18 Mei 2022 | 15:49 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

MUMBAI, investor.id – Ternyata tidak hanya Indonesia, sejumlah negara juga telah melarang ekspor pangan dari negaranya. Pemerintah India melarang ekspor gandum, menjadi negara terbaru yang melakukannya karena harga gandum melonjak tahun ini sebagian karena perang Rusia-Ukraina.

Pemerintah Indonesia membatasi ekspor minyak sawit, bahan utama yang digunakan dalam banyak produk makanan dan produk bukan makanan.

Mirip dengan India, Indonesia menyebutkan perlunya memastikan ketersediaan pangan di dalam negeri, setelah inflasi pangan global melonjak ke rekor tertinggi setelah perang. Indonesia menyumbang lebih dari setengah pasokan minyak sawit dunia.

Baca juga: Finlandia, Swedia Ajukan Keanggotaan NATO

Perang telah memicu lonjakan besar dalam harga gandum, dengan Rusia dan Ukraina di antara pengekspor komoditas terbesar. Kedua negara tersebut menyumbang 29% dari ekspor gandum global, menurut data Bank Dunia.

Harga gandum melonjak sekitar 6% pada Senin (16/5) setelah pengumuman akhir pekan lalu oleh pemerintah India.

“Dengan harga pangan yang sudah tinggi karena gangguan rantai pasokan terkait Covid-19 dan penurunan hasil panen tahun lalu, serangan Rusia datang pada saat yang buruk bagi pasar pangan global,” kata Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional (PIIE), lembaga pemikir yang berbasis di Washington DC, Amerika Serikat (AS) dalam catatan yang dirilis April 2022.

Rusia dan Ukraina termasuk di antara lima pengekspor global teratas untuk banyak sereal dan biji minyak penting, seperti jelai, bunga matahari dan minyak bunga matahari, serta jagung menurut PIIE.

Negara-negara selain India yang baru-baru ini menerapkan larangan ekspor gandum, termasuk Rusia dan Ukraina, Mesir, Kazakhstan, Kosovo, serta Serbia.

Negara-Negara yang Melarang Ekspor Makanan

Berikut daftar negara-negara yang telah melarang ekspor makanan beberapa bulan setelah perang Rusia-Ukraina dimulai, menurut pelacak langsung yang dikembangkan oleh PIIE.

Pemerintah India mengatakan melarang ekspor gandum untuk mengelola keamanan pangan negara secara keseluruhan, menurut laporan media lokal.

DAFTAR NEGARA DENGAN LARANGAN EKSPOR PANGAN

COUNTRY

TYPE OF FOOD PRODUCT

BAN END DATE

ARGENTINA

Soybean oil, soybean meal,

Dec 31, 2023

ALGERIA

Pasta, wheat derivatives, vegetable oil, sugar

Dec 31, 2022

EGYPT

Vegetable oil, maize

June 12, 2022

 

Wheat, flour, oils, lentils, pasta, beans

June 10, 2022

INDIA

Wheat

Dec 31, 2022

INDONESIA

Palm oil, palm kernel oil

Dec 31, 2022

IRAN

Potatoes, eggplant, tomatoes, onion

Dec 31, 2022

KAZAKHSTAN

Wheat, wheat flour

June 15, 2022

KOSOVO

Wheat, corn, flour, vegetable oil, salt, sugar,

Dec 31, 2022

TURKEY

Beef, mutton, goat meat, butter, cooking oils

Dec 31, 2022

UKRAINE

Wheat, oats, millet, sugar

Dec 31, 2022

RUSSIA

Sugar, sunflower seeds

Aug 31, 2022

 

Wheat, meslin, rye, barley, maize

June 30, 2022

SERBIA

Wheat, corn, flour, oil

Dec 31, 2022

TUNISIA

Fruits, vegetables

Dec 31, 2022

KUWAIT

Chicken meat products, grains, vegetable oils

Dec 31, 2022


Sumber: Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional (PIIE)

Kekhawatiran Inflasi dan Ketahanan Pangan

Harga telah melonjak untuk berbagai macam produk makanan, berkontribusi terhadap kenaikan inflasi di seluruh dunia. Beberapa produk tersebut antara lain minyak bunga matahari, minyak sawit, pupuk, dan biji-bijian.

Selain harga pangan yang naik, pasokan berbagai produk pangan juga tidak menentu.

Baca juga: PDB Kuartal I-2022 Jepang Kontraksi 1% Akibat Corona dan Inflasi

“Seiring perang berlanjut, ada kemungkinan yang berkembang bahwa kekurangan pangan, terutama biji-bijian dan minyak sayur, akan menjadi akut, membuat lebih banyak negara beralih ke pembatasan perdagangan,” tulis analis PIIE Joseph Glauber, David Laborde dan Abdullah Mamun.

Selama akhir pekan lalu, G7 negara-negara industri mengeluarkan peringatan tentang risiko krisis kelaparan dunia kecuali pemerintah Rusia mencabut blokade terhadap gandum Ukraina yang saat ini tertahan di pelabuhan Ukraina, menurut Financial Times.

 

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

BAGIKAN