Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peter Ben Embarek (kiri) dan Marion Koopmans (kanan) menghadiri konferensi pers untuk menutup kunjungan tim ahli internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kota Wuhan, di provinsi Hubei China pada 9 Februari 2021. ( Foto: Hector Retamal / AFP )

Peter Ben Embarek (kiri) dan Marion Koopmans (kanan) menghadiri konferensi pers untuk menutup kunjungan tim ahli internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kota Wuhan, di provinsi Hubei China pada 9 Februari 2021. ( Foto: Hector Retamal / AFP )

Temuan WHO: Virus Covid Kemungkinan Berasal dari Hewan

Rabu, 10 Februari 2021 | 07:24 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WUHAN, investor.id – Misi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mendatangi Tiongkok untuk mengungkap asal-usul virus corona Covid-19 telah gagal mengidentifikasi sumber pandemi yang melanda seluruh dunia. Para ahli percaya, penyakit – yang telah merenggut lebih dari 2,3 juta jiwa di seluruh dunia – itu berasal dari kelelawar dan dapat ditularkan ke manusia melalui mamalia lain.

Pakar luar negeri WHO Peter Ben Embarek mengatakan, proses identifikasi penularan melalui hewan masih dalam proses. Namun tim ahli internasional yang terdiri dari 13 ilmuwan itu, pada Selasa (9/2) menepis teori soal kebocoran laboratorium di Wuhan.

Ben Embarek menambahkan, tidak adanya kelelawar di daerah Wuhan telah mengurangi kemungkinan terjadinya penularan langsung. “Itu kemungkinan besar berasal dari spesies perantara,” ujarnya, yang dikutip AFP, Selasa.

Dia juga mendukung posisi Tiongkok mengenai tidak ada bukti wabah besar di Wuhan sebelum Desember tahun lalu, yakni ketika kasus resmi pertama telah dicatat.

Sementara itu, Kepala misi gabungan dari pihak Tiongkok Liang Wannian menyampaikan bahwa penularan hewan tetap menjadi rute yang mungkin, tetapi inang reservoir tetap harus diidentifikasi.

Di samping itu, Ben Embarek juga membantah teori soal kebocoran dari laboratorium virologi di Wuhan yang menyebabkan pandemi. “Hipotesis insiden laboratorium sangat tidak mungkin. Hipotesis ini (kebocoran laboratorium) tidak akan kami anjurkan untuk penelitian selanjutnya,” ungkap dia.

Menurut Liang, penelitian-peneluitian menunjukkan bahwa virus dapat dibawa dari jarak jauh melalui produk rantai dingin. Hal ini tampaknya mendorong kemungkinan terjadinya impor virus, di mana teori ini terus merebak di Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir.

Misi yang Rumit

Di sisi lain, pelaksanaan misi penyelidikan asal-usul virus corona di Tiongkok terbilang rumit secara diplomatis karena ditandai oleh kekhawatiran soal data yang ditutup-tutupi. Pemerintah Amerika Serikat adalah pihak yang menuntut dilakukan penyelidikan, dan Tiongkok menanggapinya dengan memperingatkan AS untuk tidak mempolitisir penyelidikan.

Sebagai informasi, para ahli WHO telah menghabiskan waktu satu bulan di Negeri Tirai Bambu. Ini termasuk menjalani masa karantina selama dua bulan, sebelum memulai penyelidikan.

Pemerintah Tiongkok sendiri sangat ingin lepas dari kritikan-kritikan atas cara penanganannya terhadap tahap awal wabah yang kacau. Pihak berwenang telah memfokuskan kembali perhatian di dalam negeri – dan secara eksternal – atas penanganan dan pemulihannya, juga melontarkan teori bahwa virus muncul di luar negeri, dan mungkin terbawa ke Tiongkok melalui makanan beku.

Selama kunjungan, para ahli dari WHO mendapat pengawasan ketat sehingga menyulitkan kalangan wartawan untuk mendekati mereka. Meski demikian, sejumlah cuplikan temuan-temuannya menyebar melalui Twitter dan wawancara.

Sudah lebih dari setahun sejak kemunculan virus corona, dan masih ada beberapa hal yang jadi pertanyaan. Ini terkait relevansinya dengan tujuan yang mereka nyatakan untuk menemukan sumber virus, termasuk berkunjung pameran propaganda merayakan pemulihan Tiongkok dari pandemi.

Menurut laporan, kelompok ilmuwan WHO tersebut hanya menghabiskan waktu selama satu jam di pasar makanan laut, yang mana menjadi lokasi ditemukan banyak kelompok infeksi pertama yang muncul lebih dari setahun lalu. Mereka juga tampak menghabiskan beberapa hari di dalam hotel dengan menerima kunjungan dari berbagai pejabat Tiongkok tanpa keluar ke kota.

Sedangkan penelitian mendalam dilakukan di institut virologi Wuhan, di mana mereka menghabiskan hampir empat jam. Mereka mengatakan telah bertemu dengan para ilmuwan Tiongkok di sana, termasuk Shi Zhengli – salah satu pakar virus korona kelelawar terkemuka Tiongkok dan wakil direktur lab Wuhan.

Para ilmuwan di laboratorium melakukan penelitian terhadap beberapa penyakit paling berbahaya di dunia, termasuk jenis virus korona kelelawar yang mirip dengan Covid-19. Sebelumnya, mantan presiden AS Donald Trump kerap kali mengulangi teori kontroversial, bahwa kebocoran laboratorium mungkin menjadi sumber pandemi.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN