Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Harga-harga saham tertera di layar elektronik, di Bursa Efek Thailand (Stock Exchange of Thailand/SET), Bangkok. ( Foto Ilustrasi: Brent Lewin / Bloomberg )

Harga-harga saham tertera di layar elektronik, di Bursa Efek Thailand (Stock Exchange of Thailand/SET), Bangkok. ( Foto Ilustrasi: Brent Lewin / Bloomberg )

Thailand Dominasi IPO Asia Tenggara Tahun Ini

Rabu, 2 Desember 2020 | 07:33 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Perusahaan konsultasi dan audit Deloitte menyatakan bahwa Thailand mendominasi pasar penawaran umum perdana (IPO) saham tahun ini. Thailand meraup 60% lebih dari dana yang sudah digalang per 15 November 2020 di Asia Tenggara.

Seperti dikutip dari CNBC pada Selasa (1/12), Deloitte menyatakan bahwa Thailand mencatatkan 23 IPO sejak awal tahun hingga 15 November 2020. Turun dibandingkan 34 IPO pada tahun sebelumnya, tapi hingga tanggal tersebut sudah menggalang sekitar US$ 3,94 miliar. Melampaui perolehan tahun lalu yang mencapai US$ 3 miliar.

Di seluruh Asia Tenggara, per 15 November 2020 sudah terjadi 100 IPO dengan perolehan dana US$ 6,44 miliar. Kedua angka itu menunjukkan penurunan dibandingkan tahun lalu, yang mencatatkan 161 IPO pada perolehan dana US$ 7,34 miliar.

Deloitte melakukan studi tren IPO ini di enam pasar saham terbesar Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Dominasi Thailand itu terjadi walaupun ekonominya, yan,g sangat bergantung pada sektor pariwisata, termasuk yang paling terdampak pandemi Covid-19 di Asia Tenggara. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi Thailand kontraksi 7,1% tahun ini atau bakalan menjadi yang kedua terburuk setelah Filipina.

“Tapi listing beberapa perusahaan asal Thailand tahun ini sangat menarik minat para investor dan pengelola dana,” ujar Wilasinee Krishnamra, disruptive events advisory leader Deloitte Thailand, dalam webinar pekan lalu.

Disruptive events advisory adalah tim di Deloitte yang memantau kegiatan-kegiatan seperti IPO, merger dan akuisisi, divestasi, dan usaha patungan baru.

Di antara IPO di Thailand tahun ini berasal dari operator toserba ritel terbesar Central Retail Corporation atau CRC. IPO yang diluncurkan sebelum pandemi itu berhasil mengumpulkan dana US$ 1,77 miliar atau rekor tertinggi di Thailand.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN