Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo The Fed pada  Gedung Dewan Federal Reserve di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: AFP )

Logo The Fed pada Gedung Dewan Federal Reserve di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: AFP )

The Fed akan Pertahankan Kebijakan Pekan Ini

Senin, 2 November 2020 | 06:44 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Rapat kebijakan The Federal Reserve (The Fed) pekan ini akan berlangsung satu hari setelah para pemilih di Amerika Serikat (AS) menggunakan hak suaranya untuk memilih presiden baru. Walau pilpres 2020 ini sangat panas dan menimbulkan banyak ketidakpastian, kalangan analis memperkirakan terlalu dini bagi The Fed untuk bertindak.

Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC akan menggelar rapat kebijakan dua hari mulai Rabu (4/11) waktu setempat. Bank sentral AS tersebut sudah memangkas suku bunga acuan jadi nol. Juga menggulirkan fasilitas kredit besar-besaran di tengah pandemi virus corona Covid-19. The Fed juga belum lama ini memperluasnya ke lebih banyak perusahaan dan organisasi-organisasi nirlaba.

“Saya pikir rapat kebijakan November bakalan terlalu dini untuk keluarnya langkah kebijakan baru. Ini akan menjadi rapat jaga-jaga, sambil menanti perkembangan situasi-situasi itu menjadi jelas,” ujar David Wilcox, mantan ekonom The Fed dan sekarang ekonom di Peterson Institute for International Economics, seperti dilansir AFP, Minggu (1/11).

Ketidakpastian politik jelang Hari Pemilihan 3 November 2020 ini terjadi di tengah belum berakhirnya kekhawatiran-kekhawatiran terhadap pandemi Covid-19. Walau The Fed sudah bergerak cepat dengan memangkas suku bunga dan mengucurkan lini kredit baru, momentum awal untuk mendapatkan legislasi bantuan lewat Kongres sudah memudar.

Walau pun Gubernur The Fed Jerome Powell sudah berkali-kali memohon agar stimulus Covid-19 ini ditambah. John Mousseau, presiden dan CEO Cumberland Advisors mengatakan, The Fed kemungkinan kembali mendesak Kongres untuk meluncurkan stimulus baru setelah pilpres. Sebelum Kongres baru dilantik pada Januari 2021.

“The Fed sudah menjalankan tugasnya. Sambil menyuarakan pesannya agar ada tambahan bantuan pekan ini, Kongres yang lamban mungkin akhirnya akan bergerak di atas apa yang sudah dilakukan oleh The Fed,” ujar Mousseau.

Dipertahankan

Pertemuan FOMC pekan ini juga tidak akan mendapatkan banyak tekanan dari sisi suku bunga. Setelah pada Agustus 2020 The Fed memperkenalkan kebijakan baru, untuk mempertahankan suku bunga acuan di level rendah sampai inflasi naik dan penyerapan lapangan kerja maksimum.

Pandemi Covid-19 telah membuat puluhan juta orang di AS kehilangan lapangan kerja. PDB juga kontraksi tajam. Tapi data terbaru menunjukkan pemulihan menguat.

PDB AS bangkit tumbuh sebesar 33,1% pada kuartal III 2020. Setelah mencatatkan kontraksi 31,4% pada kuartal sebelumnya.

Tapi aplikasi mingguan untuk tunjangan pengangguran tetap tinggi dibandingkan level pada krisis finansial global 2008-2009. Hampir 23 juta orang tetap menerima beberapa program tunjangan pengangguran dari pemerintah.

Sementara stimulus baru hingga sekarang masih tertahan di Kongres. Mousseau mengatakan, The Fed dapat mulai membeli beberapa tipe obligasi, untuk melonggarkan tekanan di pemerintah daerah yang belum mendapatkan dana bantuan baru.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN