Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Angka pengangguran naik. ( Foto ilustrasi )

Angka pengangguran naik. ( Foto ilustrasi )

Tingkat Pengangguran di Inggris Meninggi

Rabu, 24 Februari 2021 | 06:34 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id - Tingkat pengangguran di Inggris naik menjadi 5,1% pada kuartal terakhir 2020, karena kebijakan karantina terkait pandemi Covid-19 mengakibatkan anjloknya aktivitas ekonomi.

Angka tersebut dibandingkan dengan 5,0% dalam tiga bulan yang berakhir November 2020 dan merupakan level tertinggi dalam 4,5 tahun.

Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) menyatakan pada Selasa (23/2), jumlah orang yang mencari pekerjaan naik 121.000 dibandingkan kuartal ketiga, Sedangkan jumlah orang yang bekerja turun 114.000.

Para analis memperkirakan tingkat pengangguran Inggris terus melonjak. Pasalnya, skema pemerintah yang membayar sebagian besar gaji jutaan pekerja sektor swasta yang dirumahkan akan selesai pada akhir April 2021.

Menteri Keuangan (Menkeu) Inggris Rishi Sunak pada Selasa mengisyaratkan stimulus ketenagakerjaan akan dilanjutkan hingga beberapa bulan ke depan. Seiring pemerintah Inggris akan mulai mencabut karantina ketiga pada awal Maret 2021. Rinciannya diharapkan keluar dalam penyampaian anggaran tahunan pekan depan.

"Saya tahu betapa berat tahun lalu bagi semua orang dan setiap kehilangan pekerjaan adalah tragedi pribadi," kata Sunak dalam sebuah pernyataan, Selasa, yang dilansir AFP.

Itulah sebabnya, tambah dia, selama krisis pandemi ini fokus pemerintah adalah melakukan segalanya untuk melindungi lapangan kerja dan mata pencaharian para pekerja.

“Pada penyampaian anggaran minggu depan saya akan menetapkan tahap berikutnya dari rencana ketenagakerjaan kami dan dukungan yang akan kami berikan selama pandemi dan pemulihan," ujar Sunak.

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson pada Senin (22/2) menetapkan rencana empat langkah untuk mengurangi pembatasan terkait Covid-19. Ia mengungkapkan harapan bahwa hidup dapat kembali normal pada akhir Juni 2021.

Dalam pidatonya di hadapan parlemen, dia menguraikan pendekatan bertahap dan hati-hati untuk mencabut karantina di Inggris. Dimulai dengan pembukaan kembali sekolah mulai 8 Maret dan ritel non-esensial mulai 12 April.

ONS pada Selasa menambahkan, tingkat pengangguran 5,1% itu 1,3% lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal terakhir 2019. Jumlah lapangan kerja berkurang 726.000 antara Februari dan Januari 2021.

"Kenaikan tingkat pengangguran menjadi 5,1% di Desember adalah bagian menuju kenaikan puncak 6,5% yang kami perkirakan terjadi pada akhir tahun," ungkap Thomas Pugh, ekonom Capital Economics.

Tetapi dengan berakhirnya pembatasan Covid-19, tambah dia, tingkat pengangguran berpotensi kembali ke 4,0% pada 2023.

Tingkat pengangguran di Inggris berhasil ditekan oleh puluhan miliar pound subsidi gaji, yang masih mendukung hampir empat juta lapangan kerja hingga khir tahun lalu, menyusul kemerosotan ekonomi terbesar dalam tiga abad.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN