Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua Kongres Rakyat Nasional (NPC) Wang Chen. ( Foto: Leo Ramirez / AFP )

Wakil Ketua Kongres Rakyat Nasional (NPC) Wang Chen. ( Foto: Leo Ramirez / AFP )

Tiongkok Bergerak Hilangkan Oposisi di Hong Kong

Sabtu, 6 Maret 2021 | 06:35 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok pada Jumat (5/3) bergerak untuk memberikan sendiri hak veto dalam pemilihan anggota parlemen Hong Kong. Ini menjadi bagian dari kampanye untuk menghilangkan perbedaan pendapat dan memastikan pemerintahan yang disebut patriotik di Hong Kong, menyusul demonstrasi demokrasi besar-besaran pada 2019.

Legislasi yang memungkinkan penguasa komunis Tiongkok untuk memeriksa semua kandidat pemilu Hong Kong diajukan pada pembukaan parlemen nasional di Beijing.

Itu terjadi sehari setelah puluhan juru kampanye demokrasi di pusat keuangan Hong Kong, termasuk mantan anggota parlemen, dipenjara di bawah undang-undang (UU) keamanan yang disahkan selama sesi parlemen tahun lalu.

UU baru mencakup sistem pemeriksaan kualifikasi yang akan mendorong politik tertib partisipasi, menurut juru bicara parlemen Tiongkok Wang Chen kepada wartawan.

Pemerintah Tiongkok telah berkomitmen untuk memberikan Hong Kong tingkat otonomi, ketika kembali dari pemerintahan kolonial Inggris pada 1997.

Tetapi Hong Kong mulai bergerak cepat untuk membongkar pilar demokrasi pusat keuangan dalam menanggapi unjuk rasa demokrasi besar dan terkadang berakhir dengan kekerasan. Banyaknya demonstrasi melumpuhkan kota sepanjang 2019.

Pengenalan UU pemeriksaan diharapkan akan disetujui minggu depan. Langkah ini dengan cepat ditafsirkan sebagai salah satu paku terakhir di peti mati gerakan demokrasi Hong Kong.

"Jika langkah-langkah itu disahkan, seperti yang saya yakin akan dilakukan, maka suara oposisi akan efektif dibungkam. Ini secara efektif akan menghapus semua oposisi yang tersisa," kata Willie Lam, analis Tiongkok di Chinese University of Hong Kong.

Tindakan tersebut telah diharapkan secara luas, dengan pejabat Tiongkok menyatakan di awal bahwa hanya patriot teguh atau mereka yang setia kepada Partai Komunis yang harus terlibat dalam pemerintahan Hong Kong.

Sesi kongres Tiongkok dibuka dengan pidato tahunan oleh Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang. Ia tidak menyebutkan Hong Kong, selain Partai Komunis mengatakan tentang kota tersebut terus menikmati tingkat otonomi tinggi.

Peringatan dari UE

Sementara itu, Uni Eropa (UE) memperingatkan pihaknya mungkin mengambil langkah tambahan sebagai tanggapan atas pemerintah Tiongkok karena memberikan hak veto atas pemilihan anggota parlemen Hong Kong.

"Uni Eropa meminta pihak berwenang di Beijing untuk mempertimbangkan dengan hati-hati implikasi politik dan ekonomi dari keputusan apa pun, untuk mereformasi sistem pemilu Hong Kong yang akan merusak kebebasan fundamental, pluralisme politik, dan prinsip demokrasi," tutur seorang juru bicara UE.

Komisi Eropa sebelumnya telah memutuskan untuk membatasi ekspor peralatan yang dapat digunakan untuk pengawasan di Hong Kong. Para menteri luar negeri UE telah membahas kemungkinan sanksi yang lebih luas jika situasi memburuk.

"Seperti yang telah disepakati oleh para menteri luar negeri UE, UE siap mengambil langkah tambahan dalam menanggapi kemerosotan serius yang lebih lanjut atas kebebasan politik dan hak asasi manusia (HAM) di Hong Kong, yang akan bertentangan dengan kewajiban domestik dan internasional Tiongkok," tambah juru bicara itu.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN