Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deretan botol vaksin Covid-19 buatan berbagai negara yang berada di pusat vaksinasi Beograd di Serbia, (kiri-kanan): Sinopharm Group Co., Sputnik V buatan Rusia, Pfizer Inc. dan BioNTech SE, serta Oxford-AstraZeneca (Covishield India). ( Foto: OLIVER BUNIC / AFP )

Deretan botol vaksin Covid-19 buatan berbagai negara yang berada di pusat vaksinasi Beograd di Serbia, (kiri-kanan): Sinopharm Group Co., Sputnik V buatan Rusia, Pfizer Inc. dan BioNTech SE, serta Oxford-AstraZeneca (Covishield India). ( Foto: OLIVER BUNIC / AFP )

Tiongkok Pertimbangkan Pencampuran Berbagai Vaksin Covid-19

Senin, 12 April 2021 | 07:07 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok sedang mempertimbangkan untuk mencampurkan berbagai vaksin Covid-19 untuk menaikkan tingkat efektivitasnya yang relatif rendah, dari opsi-opsi yang sudah ada. Demikian disampaikan seorang pakar kesehatan terkemuka dan Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Center for Disease Control and Prevention) Gao Fu dalam sebuah konferensi.

“Pihak berwenang harus mempertimbangkan cara-cara untuk memecahkan masalah bahwa tingkat efektivitas vaksin yang ada tidak tinggi,” demikian laporan media China The Paper, mengutip Gao, yang dilansir AFP.

Komentar itu menandai untuk kali pertama, seorang ahli terkemuka Tiongkok secara terbuka menyinggung kemanjuran vaksin dalam negeri yang relatif rendah. Di sisi lain, Tiongkok terus maju menggencarkan kampanye vaksinasi massal dan mengekspor vaksinnya ke seluruh dunia.

Menurut laporan, otoritas Tiongkok telah memberikan sekitar 161 juta dosis sejak vaksinasi Covid-19 dimulai tahun lalu, di mana mayoritas vaksin diberikan sebanyak dua kali. Negeri Tirai Bambu itu bertujuan mengejar target memvaksinasi 40% dari 1,4 miliar penduduknya pada Juni.

Tetapi banyak yang lambat mendaftar untuk mendapat vaksinasi, sedangkan sebagian besar kehidupan kembali normal di dalam perbatasan Tiongkok. Wabah domestik juga dalam keadaan erkendali.

Gao sebelumnya menekankan, bahwa cara terbaik untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan vaksinasi. Dalam wawancaranya dengan media pemerintah baru-baru ini, Tiongkok bertujuan untuk memvaksinasi 70% hingga 80% populasinya antara akhir tahun ini dan pertengahan 2022.

Dalam konferensi di Chengdu pada Sabtu (10/4), Gao menambahkan bahwa opsi untuk mengatasi masalah kemanjuran adalah dengan mengganti penggunaan dosis vaksin, yang memanfaatkan teknologi berbeda. Ini adalah pilihan yang juga dipelajari oleh para ahli kesehatan di luar Tiongkok.

Menurut Gao, para ahli tidak boleh mengabaikan vaksin mRNA hanya karena sudah ada beberapa vaksin virus corona di negara tersebut. Dia pun mendesak agar dilakukan pengembangan lebih lanjut, demikian laporan The Paper.

Sebagai informasi, sampai saat ini belum ada vaksin Tiongkok yang mendapat persetujuan bersyarat untuk pasar, seperti vaksin dari teknologi mRNA. Teknologi mRNA baru dipakai produk-produk vaksin Covid-19 buatan raksasa farmasi Amerika Serilat (AS) Pfizer dan perusahaan rintisan Jerman BioNTech, serta Moderna.

Tiongkok sendiri telah memiliki empat vaksin yang disetujui secara bersyarat, yang mana tingkat kemanjurannya masih berada di belakang vaksin rivalnya, Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang masing-masing memiliki tingkat 95% dan 94%. Sebelumnya vaksin Sinovac buatan Tiongkok yang diuji cobakan di Brasil menunjukkan tingkat efektivitas sekitar 50% dalam mencegah infeksi, dan 80% kemanjuran dalam mencegah kasus yang memerlukan intervensi medis.

Sedangkan vaksin Sinopharm memiliki tingkat kemanjuran masing-masing 79,34% persen dan 72,51%, kemudian tingkat efektivitas keseluruhan untuk vaksin CanSino berada pada 65,28% setelah 28 hari.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN