Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik pengecoran chip terkemuka milik China Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) di Shanghai, Tiongkok. ( Foto: eenewseurope.com )

Pabrik pengecoran chip terkemuka milik China Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) di Shanghai, Tiongkok. ( Foto: eenewseurope.com )

Tiongkok Serukan Ketahanan Rantai Pasokan

Selasa, 2 Maret 2021 | 05:37 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok menyerukan ketahanan rantai pasokan. Juga mengutarakan keinginan negara untuk membangun swasembada dalam bidang teknologi kompetitif agar tidak terlalu bergantung pada impor semikonduktor, atau chip, yang digunakan di berbagai produk mulai dari laptop hingga mobil.

Namun saat ditanya soal target produksi semikonduktor, pihak kementerian menolak menyebutkan karena sedang menghadapi kekurangan chip global dan sanksi-sanksi Amerika Serikat (AS).

Negeri Tirai Bambu itu sebelumnya telah mengumumkan pada 2020, bahwa pihaknya ingin memproduksi 40% dari chip yang digunakannya dan menaikkan rasio tersebut menjadi 70% pada 2025.

Tetapi ketika ditanya dalam konferensi pers Senin (1/3) tentang tujuan produksi chip, juru bicara Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tian Yulong tidak memberikan angka spesifik. Sebaliknya, dia menjelaskan bagaimana pemerintah mendukung industri tersebut dengan langkah-langkah seperti pengurangan pajak dan pengembangan bakat.

“Perkembangan industri semikonduktor menghadapi peluang dan tantangan yang menuntut dunia untuk memperkuat kerja sama, dan membangun rantai industri semikonduktor bersama-sama, guna memungkinkannya berkembang dengan cara yang lebih sehat dan lebih berkelanjutan,” ujar Tian, dalam pernyataan berbahasa Mandarin yang diterjemahkan oleh CNBC.

Komentar Tian tersebut muncul akibat laporan kekurangan chip global yang memaksa produsen-produsen mobil besar mengurangi produksi.

Sebagai informasi, akumulasi dalam manufaktur semikonduktor ini tumbuh dari permintaan tinggi untuk elektronik di tengah pandemi virus corona Covid-19, dan rantai pasokan global terspesialisasi yang dihadapkan pada tekanan tambahan dari ketegangan perdagangan AS-Tiongkok yang dimulai di era kepemimpinan mantan Presiden Donald Trump.

Tahun lalu, pemerintahan Trump membatasi produsen chip terbesar Tiongkok, Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) guna mencegahnya membeli peralatan kelas atas yang diperlukan untuk produksi.

Di sisi lain, belum diketahui secara jelas mengenai tindakan spesifik yang akan diambil Presiden AS Joe Biden. Namun, pekan lalu, dia menandatangani perintah eksekutif untuk mengkaji rantai pasokan dalam upaya mengatasi kekurangan tersebut.

Sedangkan, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Tiongkok tengah mencoba meningkatkan koordinasi rantai pasokan dalam industri otomotif, di mana 90% chip yang digunakan diimpor. Demikian menurut laporan media pemerintah Jumat (26/2).

Prioritas

Selain itu, selama konferensi pers Senin, kepala kementerian Xiao Yaqing mengatakan bahwa langkah untuk memastikan ketahanan rantai pasokan adalah prioritas.

“Kami harus menempatkan peningkatan stabilitas, daya saing rantai industri dan rantai pasokan pada posisi yang menonjol, serta dengan tegas mengambil inisiatif di pasar internasional yang sangat kompetitif,” kata Xiao.

Data nasional menunjukkan bahwa Tiongkok tidak memenuhi tujuannya untuk mendapatkan 40% sumber domestik pada 2020 di tengah pandemi virus corona.

Menurut firma riset pasar IC Insights yang berbasis di AS, hanya 15,9% dari sirkuit terintegrasi – nama lain untuk semikonduktor – senilai US$ 143,4 miliar yang dijual di Tiongkok tahun lalu, diproduksi di dalam negeri.

Para pemimpin di Tiongkok disebut-sebut bakal memulai pertemuan parlemen tahunan pada pekan ini untuk menentukan tujuan pembangunan nasional lima tahun ke depan dan seterusnya.
 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN