Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat menyampaikan pembaruan tentang Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih di Washington, DC pada 13 November 2020. ( Foto: MANDEL NGAN / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat menyampaikan pembaruan tentang Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih di Washington, DC pada 13 November 2020. ( Foto: MANDEL NGAN / AFP )

Trump Belum Juga Mengaku Kalah

Senin, 16 November 2020 | 07:18 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Proses transisi dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada presiden terpilih Joe Biden terhambat hingga Minggu (15/11), karena Trump belum juga mengakui kekalahan. Sementara puluhan ribu pendukung Trump berunjuk rasa di Washington dan menggemakan klaimnya bahwa pilpres 3 November lalu diwarnai kecurangan.

Biden dalam beberapa hari terakhir dilaporkan terus berdiskusi bersama para penasihatnya mengenai nama-nama yang akan masuk kabinetnya. Sementara semakin banyak negara yang mengakui kemenangannya.

Sementara Biden terus memetakan kebijakan-kebijakan yang akan diambil setelah diambil sumpah pada 20 Januari 2021, ia juga akan melanjutkan pembicaraan itu pada Minggu.

Sementara itu, Trump tetap menolak kalah dan terus melancarkan klaim adanya kecurangan. Penolakan dari Trump ini membuat proses perpindahan pemerintahan baru tertunda.

Tim kampanye Trump sudah melancarkan gugatan atas hasil penghitungan suara di sejumlah negara bagian. Kalangan pakar hukum menilai, kecil kemungkinan hasil gugatan-gugatan itu akan mengubah hasil pilpres 3 November 2020. Panitia pemilihan dari Partai Republik dan Demokrat juga mengklaim tidak ada bukti kecurangan-kecurangan besar.

Pada Sabtu (14/11) di pusat kota Washington, puluhan ribu orang menggelar Unjuk Rasa Sejuta MAGA. Mengacu pada slogan kampanye Trump yang berbunyi "Make America Great Again".

“Ratusan ribu orang menunjukkan dukungannya di DC. Mereka tidak akan menerima pemilu yang curang dan korup!” seru Trump via Twitter. Demikian dilansir Reuters.

Trump di dalam iring-iringan kendaraaan kepresidenannya melintasi massa pengunjuk rasa dan melambaikan tangan ke arah para pendukungnya. Trump dalam perjalanan untuk bermain golf di Virginia.

Unjuk rasa itu berlangsung damai. Walau terjadi sejumlah bentrokan antara pendukug Trump dan aksi tandingan dari kelompok anti-Trump. Bentrokan ini berlanjut hingga malam.

Puluhan anggota kelompok kanan jauh Proud Boys juga ambil bagian dalam aksi unjuk rasa itu. Aksi mereka ditandingi kelompok kiri jauh yang disebut Antifa.

Kepolisian Washington menahan setidaknya 10 orang. Beberapa di antaranya dikenai dakwaan penyerangan.

Menurut Edison Research. Biden sudah meraih 306 suara elektoral. Jauh di atas angka magis 270 untuk memenangi pilpres.

Trump meraih jumlah suara elektoral tersebut saat di luar dugaan mengalahkan Hillary Clinton pada pilpres 2016. Namun Biden juga memenangi suara populer. Sementara beberapa negara bagian masih melanjutkan penghitungan suara, Biden unggul atas Trump dengan lebih dari 5,5 juta suara atau selisih 3,6%.

Karena peluangnya untuk membalikkan keadaan semakin tipis, Trump dilaporkan sudah membahas dengan tim penasihatnya, bagaimana ia tetap dalam sorotan sambil berusaha maju lagi pada pilpres 2024.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN