Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat menyampaikan pembaruan tentang Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih di Washington, DC pada 13 November 2020. ( Foto: MANDEL NGAN / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat menyampaikan pembaruan tentang Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih di Washington, DC pada 13 November 2020. ( Foto: MANDEL NGAN / AFP )

Trump Membantah Telah Menghasut

Rabu, 13 Januari 2021 | 07:13 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (12/1) membantah bahwa pidatonya pekan lalu di hadapan ribuan pendukung telah mendorong mereka untuk merangsek ke gedung Capitol. Ia menyebut pidatonya tidak berhubungan sama sekali dengan kekerasan yang pecah tak lama setelah kejadian itu.

“Mereka menganalisis pidato saya kata per kata hingga paragraf dan kalimat terakhir, dan semua orang malah berpikiran itu semua pantas,” ujar Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, Washington, sesaat sebelum terbang ke Texas dengan helikopter kepresidenan Marine One.

Trump pada 6 Januari 2021 mengatakan di hadapan massa pendukungnya di Washington bahwa pemilihan presiden (pilpres) telah dirampok. Dan mereka (para pendukungnya) harus menuju Kongres dan menunjukkan kekuatan.

Massa pendukung Trump itu kemudian merangsek masuk ke gedung Capitol dan memaksa para wakil rakyat meninggalkan sidang untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pilpres 3 November 2020.

Trump juga menyebut bahwa raksasa-raksasa media sosial seperti Twitter dan Facebook telah melakukan kesalahan sangat buruk karena memblokir dirinya.

“Mereka melakukan kesalahan sangat buruk. Mereka memecah belah dan mengkotak-kotakkan dan menunjukkan sesuatu yang sudah sejak lama saya prediksikan,” ujar Trump.

Ia muncul dari isolasinya di Gedung Putih dan menyebut potensi pemakzulan kedua terhadap dirinya sebagai presiden benar-benar konyol. Trump mengingatkan bahwa langkah itu telah menimbulkan amarah luar biasa.

“Rencana pemakzulan saya di Dewan Perwakilan pada Rabu (13/1) adalah kelanjutan dari persekusi terbesar dalam sejarah politik,” kata Trump.

Masa pemerintahan Trump tinggal delapan hari lagi. Pada 20 Januari 2021, Biden akan diambil sumpah menjadi presiden ke-46 AS. Dengan sisa hari tersebut, Trump semakin sendirian. Ia ditinggalkan sejumlah mantan pendukung, diblokir dari sosial media, dan menghadapi pemakzulan kedua atas sangkaan melakukan hasutan yang berujung pada kekacauan di Kongres tersebut.

Lawatannya ke Alamo, Texas, untuk meresmikan keberhasilan pembangunan dinding perbatasan AS-Meksiko, adalah kemunculan perdananya ke muka umum sejak pidato di National Mall tersebut.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN