Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: Mandel Ngan / AFP )

Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: Mandel Ngan / AFP )

Trump Menolak Bersaksi di Sidang Pemakzulan

Sabtu, 6 Februari 2021 | 07:22 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak bersaksi di persidangan pemakzulan karena dianggap tidak konstitusional. Penolakan ini disampaikan setelah ia dipanggil oleh jaksa penuntut DPR untuk memberikan bukti dalam insiden serangan ke gedung Capitol.

Para pengacara Trump sendiri menertawakan permintaan yang disampaikan dalam surat yang dipimpin oleh jaksa penuntut DPR Jamie Raskin. Surat DPR ini berisi permintaan untuk menjawab pertanyaan atas serangan 6 Januari ke gedung Capitol AS, yang dipandang sebagai “aksi hubungan masyarakat.”

“Surat Anda hanya menegaskan apa yang diketahui semua orang: Anda tidak dapat membuktikan tuduhan Anda terhadap Trump,” demikian jawaban pengacara Bruce Castor dan David Schoen.

Para pengacara Trump juga tidak menyampaikan apakan mantan presiden Republik ini akan bersaksi. Tetapi penasihat senior Trump, Jason Miller, mengatakan dengan tegas bahwa dia tidak akan memberikan kesaksian.

“Presiden tidak akan bersaksi dalam proses yang tidak konstitusional,” ujar Miller kepada AFP, pada Kamis (4/2) waktu setempat.

Sidang Dibuka Selasa

Penolakan tersebut muncul selang lima hari sebelum pelaksanaan sidang terhadap mantan pemimpin AS, dengan tuduhan “menghasut untuk memberontak”, dibuka di Senat AS.

Dalam persidangan pemakzulan kedua yang belum pernah terjadi sebelumnya, Trump dituduh mengobarkan serangan terhadap para pendukungnya ke badan legislatif AS satu bulan lalu. Serangan itu bertujuan memaksa penghentian proses pengesahan kemenangan rivalnya Joe Biden dalam pemilihan presiden 3 November 2020.

Menurut Raskin, persidangan akan membuktikan bahwa perilaku Trump tidak dapat dipertahankan.

“Penolakan langsungnya untuk bersaksi telah berbicara banyak dan dengan jelas membentuk kesimpulan merugikan yang mendukung kesalahannya,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Raskin sendiri telah meminta Trump untuk bersaksi sekitar pekan depan, baik sebelum atau selama persidangan. Trump diklaim masih mempertahankan tanpa bukti, bahwa Biden menang dengan penipuan besar-besaran.

Dia menambahkan, bahwa Trump – yang sekarang tinggal di resor miliknya Florida Mar-a-Lago – tidak memiliki banyak alasan untuk menghindari bersaksi, dan tidak dapat lagi mengklaim bahwa dia terlalu sibuk mengawasi negara, seperti saat di Gedung Putih ketika dia masih menjadi presiden.

Penyerangan ke Gedung Capitol

Surat Raskin dan tanggapannya telah menetapkan garis pertempuran untuk persidangan pemakzulan mantan presiden yang belum pernah terlihat.

Para jaksa penuntut DPR atau pelaksana pemakzulan mengatakan, pemimpin Republik itu “bertanggung jawab secara tunggal” atas serangan Capitol, yang menewaskan lima orang.

“Dalam pengkhianatan menyedihkan atas sumpah jabatannya, presiden Trump menghasut massa yang kejam untuk menyerang Capitol Amerika Serikat,” demikian kata mereka.

Sedangkan tim Trump berpendapat pada Selasa (2/2), bahwa apa pun yang dia katakan di hari dan jam sebelum serangan yang mendorong para pendukung untuk menolak kemenangan Biden sama dengan kebebasan berbicara yang dilindungi secara konstitusional.

Mereka menyatakan langkah pemakzukan adalah tindakan tidak konstitusional untuk mengadili mantan presiden di Senat.

Seperti diketahui, tindakan kekerasan pada 6 Januari terus bergema di Washington. Menurut penghitungan oleh Program Ekstremisme di Universitas George Washington atau George Washington University Program on Extremism, jaksa penuntut telah mendakwa sekitar 180 orang terlibat dalam serangan itu, sementara ratusan lainnya sedang diselidiki.

Departemen Kehakiman telah menunjukkan bahwa pihaknya dapat membangun kasus konspirasi hasutan oleh beberapa kelompok ekstrim kanan pendukung Trump dalam serangan itu. Dalam rapat Gedung Putih tepat sebelum serangan itu, Trump mendorong para pendukungnya untuk menolak hasil pemilu dan berjuang sekuat tenaga.

Di sisi lain, Partai Demokrat akan menjadikan pernyataan seperti itu sebagai fokus kasus mereka, sedangkan para pengacara Trump akan mempertajam pertanyaan tentang konstitusionalitas.

Namun keyakinan tersebut membutuhkan dukungan dua pertiga dari 100 senator, yang menjabat sebagai hakim dan juri dalam persidangan tersebut. Pekan lalu, 45 dari 50 senator Republik, dalam pemungutan suara, menilai bahwa tindakan mengadili mantan presiden tidak konstitusional.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN