Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi botol vaksin Covid-19 dan jarum suntik dengan latar belakang bendera nasional Amerika Serikat (AS), pada 17 November 2020. ( Foto: JUSTIN TALLIS / AFP  )

Ilustrasi botol vaksin Covid-19 dan jarum suntik dengan latar belakang bendera nasional Amerika Serikat (AS), pada 17 November 2020. ( Foto: JUSTIN TALLIS / AFP )

Pulih Penuh dalam Jangka Panjang

Vaksin Bantu Pemulihan Bisnis Perjalanan

Senin, 30 November 2020 | 07:09 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

ORLANDO, investor.id – Hasil positif uji klinis tahap final beberapa kandidat vaksin Covid-19 memberi harapan bahwa pandemi ini segera berakhir. Kehadiran vaksin akan membantu pemulihan bisnis perjalanan dan industri pariwisata, yang termasuk paling parah terdampak pandemi tersebut.

Tapi pemulihan sepenuhnya bakal berlangsung dalam beberapa tahun. Situasinya juga bakal sangat berbeda dibandingkan dengan sebelum adanya pandemi.

“Kabar tentang vaksin potensial tentu menjanjikan bagi (bisnis) perjalanan di tahun 2021. Tapi, para pelancong sedari sekarang harus fokus untuk memahami risiko-risiko bepergian dan terpapar,” ujar Julie Hall, juru bicara American Automobile Associatoon (AAA), seperti dikutip CNBC, Sabtu (28/11) waktu setempat.

Brian O'Connell, analis dari InsuranceQuotes.com, mengambil sikap yang lebih hati-hati. Ia tidak terlalu optimistis bisnis perjalanan akan pulih pada semester pertama 2021.

“Sekalipun vaksinnya dapat diproduksi massal dalam jangka waktu tersebut. Kehati-hatian harus menjadi perhatian utama, karena vaksin butuh berbulan-bulan untuk didistribusikan di Amerika Serikat dan seluruh dunia,” ujar dia.

CEO Kayak.com Steve Hafner berpendapat masyarakat harus mencermati perkembangan. Sampai ada salah satu vaksin yang benar-benar didistribusikan.

Namun agen-agen perjalanan daring (online) sudah mencatatkan lonjakan pencarian dan bahkan pemesanan tiket perjalanan. Tepat setelah perusahaan bioteknologi AS Pfizer dan mitranya BioNTech pada 10 November 2020 mengumumkan kandidat vaksinnya menunjukkan hasil efektif 95% dalam uji klinis tahap akhir.

“Sehari kemudian, pencarian naik 27% dibandingkan satu pekan sebelumnya, tapi beberapa hari selanjutnya bertahan di tingkat kenaikan mingguan 6%,” ujar dia.

Tapi Hafner melihat naiknya jumlah pencarian untuk perjalanan ini merupakan pertanda baik. “Saya sangat optimistis bahwa begitu vaksin-vaksin itu didistribusikan, persepsi orang terhadap perjalanan akan berubah menjadi positif,” kata Hafner.

Ia berharap kebangkitan bisnis perjalanan terjadi pada kuartal II 2021. Bahkan bisa terjadi pada kuartal pertama.

Hasil survei Allianz terhadap 4.300 konsumennya tahun ini menunjukkan 49% akan melancong lagi begitu ada vaksin. Sementara 42% responden menunggu lampu hijau dari otoritas kesehatan publik.

“Janji adanya vaksin yang sangat efektif adalah kabar baik untuk terjadinya lonjakan permintaan perjalanan. Juga akan mendorong konsumen untuk lebih yakin dalam memesan perjalanan di 2021,” ujar Daniel Durazo, direktur pemasaran dan komunikasi Allianz.

Ia memperkirakan pengalaman dan kemewahan dari perjalanan akan marak pada tahun depan. Karena konsumen akan berlomba-lomba bepergian, untuk mengganti rencana-rencana perjalanan yang terpaksa dibatalkan tahun ini.

Stella Shon, pakar perjalanan dari situs pendanaan konsumen ValuePenguin mengatakan, demam kabin nasional akan mendorong kenaikan pemesanan dalam waktu dekat.

“(Masyarakat) sudah siap untuk bepergian. Yang menarik adalah lebih dari separuh masyarakat Amerika tetap menginap di hotel atau liburan, tapi jelas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” kata dia.

Hasil survei Tripadvisor dan Phocuswright pada Oktober 2020 menunjukkan bahwa 63% responden akan mempertimbangkan praktik-praktik keselamatan dan kesehatan di hotel sebelum memesan kamarnya untuk menginap.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN