Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Johnson & Johnson terpampang di depan pintu masuk gedung kampus Johnson & Johnson di kota Irvine, California, Amerika Serikat (AS). ( Foto: AFP )

Logo Johnson & Johnson terpampang di depan pintu masuk gedung kampus Johnson & Johnson di kota Irvine, California, Amerika Serikat (AS). ( Foto: AFP )

Vaksin Covid J&J Mendapatkan Persetujuan

Sabtu, 27 Februari 2021 | 06:30 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON – Panel ahli independen Amerika Serikat (AS) pada Jumat (26/2) waktu setempat dengan suara bulat memberikan rekomendasi persetujuan darurat terhadap vaksin Covid-19 dosis tunggal buatan Johnson & Johnson (J&J). Keputusan ini membukan jalan bagi vaksin yang ketiga, setidaknya sebanyak tiga juta dosis siap untuk mulai dikirimkan pada pekan depan.

Sebanyak 22 anggota komite – dipertemukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) atau Food and Drug Administration (FDA) – termasuk ilmuwan terkemuka serta perwakilan konsumen dan industri mengadakan pertemuan virtual selama sehari guna memutuskan, apakah manfaat yang diketahui dari obat tersebut lebih besar daripada risikonya.

Langkah pertemuan itu sekaligus menjadi latihan transparansi tanpa paralel di antara negara-negara maju lainnya, juga untuk memberikan akses seluasnya kepada masyaraka yang ingin mengetahui debat ilmiah secara detil.

Meskipun rekomendasi panel tidak mengikat, rekomendasi tersebut biasanya diikuti, dan anggota secara luas diharapkan memberikan suara setuju. Selanjutnya, otorisasi penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) segera menyusul, dan menjadikan vaksin Covid buatan J&J menjadi yang ketiga yang mendapat lampu hijau di Amerika Serikat – setelah vaksin buatan Pfizer dan Moderna disetujui penggunannya untuk sementara waktu pada Desember tahun lalu.

“Jika FDA menyetujui penggunaan vaksin baru ini, kami memiliki rencana untuk meluncurkannya secepat mungkin yang dapat dilakukan oleh Johnson & Johnson,” ujar Presiden AS Joe Biden, Kamis (25/2).

Sebelumnya para pejabat administrasi mengatakan pada awal pekan ini, bahwa mereka berharap dapat menyediakan antara tiga hingga empat juta dosis vaksin pada pekan depan, seraya menunggu otorisasi darurat.

Instrumen Berharga

Di sisi lain, FDA merilis hasil analisisnya sendiri menjelang pertemuan. Hasilnya menunjukkan vaksin itu sangat efektif dalam mencegah Covid-19 yang parah, termasuk varian virus yang baru.

Dalam uji coba global terhadap hampir 40.000 orang, kemanjuran vaksin melawan penyakit parah adalah 85,4%. Tetapi tingkat efektivitasnya berkurang menjadi 66,1% jika penyakitnya termasukkategori sedang. Hal ini yang membuatnya jadi sedikit kurang protektif dibandingkan rejimen dua dosis vaksin produksi Pfizer dan Moderna – di mana keduanya memiliki tingkat kemanjuran sekitar 95% terhadap semua bentuk Covid-19, mulai dari jenis virus corona klasik.

Namun demikian, para ahli mengatakan vaksin hasil pengembangan Johnson & Johndon akan menjadi instrumen lain yang tak ternilai guna mengakhiri wabah Covid-19 di Negeri Paman Sam, yang mana telah merenggut lebih dari 500.000 jiwa.

Yang terpenting adalah vaksin ini hanya membutuhkan dosis tunggal, sementara vaksin Pfizer dan Moderna membutuhkan dua dosis. Vaksin Covid-19 buatan J&J juga dapat disimpan pada suhu lemari es normal, daripada vaksin lain yang membutuhkan suhu dalam lemari freezer, sehingga meringankan beban logistik.

Tidak Ada Perbedaan

Sementara itu, analisis kelompok demografis yang berbeda mengungkapkan tidak ada perbedaan yang mencolok dalam efek vaksin J&J pada usia, ras atau orang dengan penyakit bawaan. Vaksin ini juga umumnya ditoleransi dengan baik, karena tidak ada laporan reaksi alergi parah (anafilaksis), yang sempat diperlihatkan pada kasus vaksin Pfizer dan Moderna.

Ada petunjuk, walau masih berupa data awal, bahwa vaksin buata J&J mungkin efektif melawan infeksi tanpa gejala. Sedangkan J&J menanggapi data itu dengan mengatakan, perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasi hal ini.

Pihak perusahaan telah mengumumkan memberikan total 20 juta dosis vaksin pada akhir Maret dan sebanyak 100 juta pada Juni. Pihak berwenang AS sendiri sedang mendorong untuk mempercepat jadwal tersebut.

Vaksin J&J menggunakan adenovirus penyebab flu biasa, yang telah dimodifikasi secara genetik sehingga tidak dapat meniru, dengan tujuan membawa gen protein kunci virus corona ke dalam sel manusia

Sel-sel itu kemudian menghasilkan protein, yang pada gilirannya melatih sistem kekebalan manusia seandainya ia menghadapi virus yang sebenarnya. Vaksin vektor adenovirus lainnya untuk melawan Covid-19 termasuk yang dibuat oleh AstraZeneca-Oxford, dan Sputnik V dari Rusia. (afp/pya)


 

 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN