Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dr Anthony Fauci, seorang pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS) sekaligus direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular atau National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). ( Foto: Brendan Smialowski / AFP )

Dr Anthony Fauci, seorang pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS) sekaligus direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular atau National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). ( Foto: Brendan Smialowski / AFP )

Vaksinasi 100 Juta Dosis dalam 100 Hari Optimistis Dicapai

Selasa, 19 Januari 2021 | 07:13 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK – Pakar imunologi Amerika Serikat (AS) Anthony Fauci mengatakan bahwa, target Presiden terpilih AS Joe Biden untuk memberikan 100 juta dosis vaksin virus corona Covid-19 dalam 100 hari pertama menjabat dapat dicapai.

“Kelayakan dari tujuannya sangat jelas, tidak ada keraguan tentang itu. Itu bisa dilakukan,” ujar Fauci, dalam program NBC “Meet the Press” Minggu (17/1) waktu setempat, yang juga menjabat sebagai direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (National Institute of Allergy and Infectious Diseases/NIAID)

Sementara itu, otoritas kesehatan AS berhasil menguji, memastikan keamanan dan keefektifan dua vaksin baru dalam waktu singkat. Namun upaya ambisius untuk segera memvaksinasi jutaan warga Amerika telah gagal, dan menuai kritik luas.

Menurut Pusat Pengendalian Penyakit AS (Centers of Disease Control/CDC) sejauh ini baru 31,1 juta dosis telah diberikan. Namun angka itu masih kurang dari 40% (12,2 juta) yang telah diberikan. Pada awal Desember 2020, pejabat administrasi memperkirakan 20 juta orang akan menerima vaksin dosis pertama dari dua dosis pada akhir bulan itu.

Beberapa negara bagian, termasuk New York, telah memperingatkan bahwa pihaknya kemungkinan kehabisan persediaan vaksin paling cepat pada pekan mendatang, menyusul kekurangan pengiriman yang dikoordinasikan oleh pemerintah federal. Kondisi ini terjadi ketika negara-negara bagian berusaha untuk mempercepat laju vaksinasi.

Sebagai informasi, sekarang AS tengah menghadapi lonjakan kasus virus corona terburuk. Pada Selasa (12/1) Negeri Paman Sam mencetak rekor baru di mana sebanuak 4.470 jiwa meninggal dunia karena Covid-19 dalam waktu 24 jam. Sedangkan jumlah korban lima hari terakhir mendekati 20.000 jiwa.

Kepala staf Gedung Putih yang akan datang, Ron Klain, mengatakan pada Minggu bahwa jumlah korban meninggal dunia secara keseluruhan sekarang lebih dari 396.000 jiwa, dan dapat melampaui 500.000 jiwa pada Februari.

“Virus ini akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik. Ini akan memakan waktu cukup lama untuk membalikkannya,” tuturnya kepada CNN, yang dikutip AFP.

Klain menyampaikan, bahwa untuk mencapai tujuan percepatan vaksinasi maka pemerintahan Biden dapat menerapkan Undang-Undang Produksi Pertahanan. UU ini memungkinkan pemerintah meminta perusahaan untuk memproduksi barang-barang yang dianggap perlu dalam keadaan darurat.

Biden juga menambahkan, bakal mengerahkan Garda Nasional serta Badan Manajemen Darurat Federal untuk membantu mendirikan pusat vaksinasi tambahan.

Rochelle Walensky, yang ditunjuk oleh Biden sebagai kepala CDC mendatang, menyatakan keyakinannya pada Minggu bahwa target Biden untuk 100 juta dosis dalam 100 hari dapat tercapai.

"Ini akan menjadi kenaikan yang lumayan. Tapi kami memilikinya untuk melakukan ini,” katanya kepada CBS.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN