Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Visa pada smartphone dengan latar belakang logo bitcoin. ( Foto: Rafael Henrique / SOPA Images / LightRocket / Getty Images )

Logo Visa pada smartphone dengan latar belakang logo bitcoin. ( Foto: Rafael Henrique / SOPA Images / LightRocket / Getty Images )

Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Kripto

Rabu, 8 Desember 2021 | 14:20 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Visa meluncurkan layanan konsultasi untuk membantu para kliennya berlayar di dunia mata uang kripto (cryptocurrency).

Perusahaan jasa keuangan multinasional asal Amerika Serikat (AS) tersebut mengatakan pada Rabu (8/12), bahwa praktik konsultasi kripto yang bertempat di dalam divisi konsultasi dan analitiknya akan memberikan saran-saran kepada lembaga keuangan, pengecer, dan perusahaan lain dalam segala hal, mulai dari meluncurkan fitur kripto hingga menjelajahi non-fungible tokens (NFT).

Visa menyebut jika bank Amerika UMB telah menjadi klien yang menggunakan layanan konsultasi kripto-nya.

Langkah itu menandai upaya terbaru Visa untuk mendorong masuk lebih dalam ke industri kripto. Menurut Pemimpin kripto Visa Eropa Nikola Plecas, terhitung dari 1 Oktober 2020 hingga 30 September 2021, perusahaan telah memproses US$ 3,5 miliar dalam transaksi mata uang digital melalui skema kartu terkait kripto.

“Beberapa dari bursa terkemuka ini memiliki jutaan atau, dalam beberapa kasus, puluhan juta pengguna,” ujar Plecas kepada CNBC.

Dia menambahkan bahwa perusahaan memungkinkan pengguna untuk membelanjakan kripto mereka di lebih dari 80 juta merchant.

Perusahaan juga mengembangkan produk yang diarahkan ke stablecoin – token virtual yang terkait dengan nilai mata uang negara, biasanya dolar – dan mata uang digital yang dikeluarkan bank sentral.

Visa berharap layanan konsultasi kriptonya dapat membantu mengadopsi arus utama bitcoin dan mata uang digital lainnya. Seperti saingannya, Mastercard, raksasa kartu kredit yang melihat mata uang kripto sebagai peluang pertumbuhan utama mengingat perkembangannya ke area di luar pembayaran menggunakan kartu.

Jaringan pembayaran besar telah menghadapi lonjakan persaingan dari masuknya perusahaan-perusahaan baru di bidang keuangan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak tren yang muncul seperti perbankan terbuka, yang bertujuan membuka informasi bank konsumen dan kemampuan pembayaran untuk bersaing dengan fintech, di mana ini mengancam mengganggu model bisnis mereka.

Di sisi lain, Visa juga mendapat tekanan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar. Semisal dari Amazon, yang pada bulan lalu mengatakan bakal berhenti menerima pembayaran menggunakan kartu kredit Visa di Inggris karena biaya tinggi yang dikenakan perusahaan. Raksasa e-commerce ini pun telah mengambil langkah serupa terhadap Visa di Australia dan Singapura.

“Kripto bagi kami adalah peluang vertikal dan pertumbuhan baru yang sangat besar. Dan kami akan terus fokus mengembangkan bisnis ini ke depan,” kata Plecas.

Menurut studi yang dirilis oleh Visa Wednesday, 94% orang sekarang telah memiliki tingkat kesadaran kripto, sementara hampir sepertiga sudah menggunakannya sebagai investasi atau media pertukaran. Terdapat lebih dari 6.000 orang di seluruh dunia yang disurvei untuk penelitian tersebut, dalam kemitraan dengan perusahaan layanan pemasaran LRW.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : CNBC

BAGIKAN